Domain Name System (DNS) sering disebut sebagai buku telepon internet, yang menerjemahkan nama host komputer yang mudah dibaca manusia menjadi alamat IP. Fungsi penting ini memastikan akses ke aplikasi internet dan layanan digital, menjadi fondasi penting bagi konektivitas online.
Serangan berbasis DNS telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, terus berkembang untuk mengeksploitasi ketersediaan, stabilitas, dan kerentanan layanan DNS. Menurut Laporan Tren Serangan DDoS 2023 dari F5 Labs, penyerang siber kini menggunakan metode yang semakin canggih, menjadikan serangan DNS sebagai ancaman yang terus-menerus dan sangat disukai oleh para penjahat dunia maya.
Misalnya, serangan DDoS besar pada April 2021 melumpuhkan berbagai layanan cloud Microsoft termasuk Xbox Live, Office, SharePoint Online, Teams, dan OneDrive selama dua jam. Pada April 2023, serangan DNS non-existent domain (NXDOMAIN) DDoS menargetkan situs kesehatan di AS, menyebabkan kemacetan jaringan dan membuat server tidak dapat merespons permintaan pengguna yang sah. Hal ini menyoroti pentingnya sistem DNS yang kuat dan redundan dalam jaringan hibrida.
Cloud itu bagus, tapi menggabungkannya dengan solusi on-premises lebih baik lagi
Gangguan DNS berbasis cloud menunjukkan bahwa gangguan layanan cloud, termasuk DNS, masih bisa terjadi meskipun sudah memiliki sistem redundansi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh bug perangkat lunak, kesalahan konfigurasi, kesalahan manusia, atau masalah jaringan dan daya.
Karena meningkatnya gangguan DNS, organisasi mulai mencari cara untuk memanfaatkan fleksibilitas layanan cloud sambil tetap menjaga kontrol atas ketersediaan dan keamanan, bahkan ketika layanan cloud terganggu.
Salah satu pendamping DNS adalah Global Server Load Balancing (GSLB)—mekanisme penyeimbangan beban berbasis DNS—yang memungkinkan ketahanan lintas data center dan multicloud. GSLB mengarahkan lalu lintas secara cerdas berdasarkan kebijakan bisnis dan jaringan untuk memastikan kelangsungan operasional.
Meningkatkan Ketahanan dan Kinerja DNS dengan Arsitektur Hibrida Berbasis F5
Menggabungkan layanan DNS berbasis SaaS dari F5 Distributed Cloud Services dengan solusi F5 BIG-IP DNS on-premises memberikan organisasi elastisitas, kelincahan, mitigasi DDoS, skala global, kinerja tinggi, dan ketersediaan. Kombinasi kedua solusi ini—yang satu di cloud dan yang lainnya di lokasi—menyediakan keuntungan maksimal.
Dengan BIG-IP DNS, pengguna bisa memanfaatkan otomatisasi untuk memastikan keamanan dan ketersediaan penuh, dengan fitur tambahan seperti:
- Primary DNS tersembunyi
- Kewenangan untuk mengaktifkan layanan DNS on-premises
Arsitektur ini memungkinkan:
- DNS SaaS dari F5 Distributed Cloud digunakan sebagai DNS otoritatif saat operasi normal.
- Ketika diperlukan, DNS on-premises dapat diaktifkan, menjaga kontrol penuh atas infrastruktur DNS.
Fitur Layanan F5 Distributed Cloud DNS:
- Lapisan keamanan dinamis: Perlindungan terhadap serangan DDoS dan manipulasi DNS dengan failover otomatis.
- Skalabilitas otomatis: Siap melayani aplikasi di mana saja dengan kemampuan untuk menyesuaikan kapasitas secara dinamis.
- Ketersediaan tinggi global: Jaringan anycast global memastikan respons DNS cepat dan andal dari berbagai lokasi.
- Penyebaran cepat: Konfigurasi dan penyediaan hanya dalam hitungan menit, cukup dengan satu set API.
Fitur Unggulan F5 BIG-IP DNS:
- Kinerja hingga 100 juta RPS (request per second): Menggunakan DNS Express dan Rapid Response Mode untuk memberikan respons DNS berskala tinggi.
- DNS Firewall/DDoS: Dapat digabungkan dengan BIG-IP Advanced Firewall Manager (AFM) untuk perlindungan terhadap serangan DDoS seperti UDP flood atau amplifikasi.
- DNSSEC: Melindungi dari serangan cache poisoning dan man-in-the-middle.
- Konsolidasi cache: Mengurangi latensi dan waktu respons hingga 80%.
- Failover otomatis: Memastikan aplikasi dan data center tetap tersedia meski ada gangguan.
Arsitektur Hibrida DNS dari F5: Solusi untuk Dunia Digital
Arsitektur ini memenuhi kebutuhan akan layanan DNS berkelanjutan untuk menjaga kelangsungan bisnis digital sambil tetap memanfaatkan keuntungan dari cloud. Organisasi tetap bisa mengendalikan DNS-nya sendiri dan tidak akan terjebak jika layanan cloud mengalami gangguan.
Langkah Selanjutnya dalam Perjalanan DNS Anda
Pelajari lebih lanjut tentang konsep dan desain arsitektur DNS hibrida dari F5 melalui konfigurasi contoh yang dikembangkan oleh F5 Solution Engineer Michelangelo Dorado.
Panduan langkah demi langkah ini mencakup:
- Pengaturan Primary DNS tersembunyi dan Secondary DNS otoritatif
- Konfigurasi DNSSEC
- Penyiapan ketahanan DNS dengan monitoring kesehatan aktif
Kemudahan integrasi antara Distributed Cloud DNS dan BIG-IP DNS, termasuk otomasi berbasis API
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 Indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
