Pengiriman aplikasi telah berkembang pesat selama tiga dekade terakhir. Seiring evolusi komputasi enterprise, organisasi terdorong oleh kebutuhan akan lebih banyak hal—lebih banyak aplikasi, lebih banyak dukungan infrastruktur, lebih banyak ketersediaan, lebih banyak fleksibilitas. Namun semua “lebih banyak” ini datang dengan harga. Ketika infrastruktur terus berkembang untuk memenuhi tuntutan tersebut, kompleksitas meningkat drastis. Pada akhirnya, kompleksitas ini menciptakan risiko baru yang menghambat kemampuan organisasi untuk bergerak cepat dalam menghadirkan pengalaman digital inovatif yang dibutuhkan pelanggan.
Memasuki era AI, infrastruktur aplikasi pendukung terus tumbuh dalam ukuran dan kompleksitas, terutama karena meningkatnya kebutuhan untuk mendukung aplikasi bertenaga AI dan membangun “AI factories.” Untuk mencapai layanan penting yang dibutuhkan guna mengamankan dan mendistribusikan aplikasi-aplikasi ini, simplifikasi menjadi hal yang sangat penting.
Secara sederhana, inilah yang diberikan oleh F5. Sejak berdiri hampir 30 tahun yang lalu, F5 telah menjadi pemimpin pasar dalam application delivery controllers (ADC). Selama bertahun-tahun, kami terus merevolusi ADC untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur aplikasi yang selalu berubah. Dan saat AI kembali mengubah lanskap teknologi, F5 berinovasi untuk menjawab kebutuhan masa kini dengan menyederhanakan kompleksitas bagi pelanggan kami.
Dalam beberapa minggu mendatang, kami akan mengeksplorasi evolusi ADC dalam menghadapi perubahan lanskap infrastruktur, aplikasi, dan keamanan. Blog pertama dalam seri ini membahas bagaimana ADC telah beradaptasi dengan infrastruktur aplikasi yang terus berevolusi.
Seperti apa evolusinya selama tiga dekade terakhir?
Infrastruktur 1.0: Data Center On-Premises di Era 1990-an
Pada awal komputasi enterprise, infrastruktur on-premises adalah standar. Bisnis menjalankan aplikasi, data, dan sistem mereka di server fisik yang disimpan di ruang server dalam gedung mereka—melayani pengguna yang bekerja dari lokasi yang sama. Infrastruktur ini membutuhkan investasi besar dalam perangkat keras, perangkat lunak, dan tim IT yang terampil untuk pemeliharaan, keamanan, dan pembaruan.
Data center on-premises menawarkan kontrol penuh atas data dan sistem, dengan keamanan yang relatif lebih mudah dikelola—suatu keuntungan bagi perusahaan dengan kebutuhan kepatuhan yang ketat. Namun, membangun dan memelihara data center sangat mahal, serta memiliki keterbatasan dalam skalabilitas. Ekspansi ke lokasi baru berarti membangun data center tambahan, yang rumit dan mahal.
Pada era ini, ADC generasi pertama mulai muncul sebagai perangkat keras atau virtual appliance yang membantu tim IT mengelola kebutuhan pengiriman aplikasi seperti load balancing. F5 dengan cepat menjadi pemimpin pasar ADC berbasis perangkat keras dan kemudian memperkenalkan ADC on-demand pertama yang mendefinisikan ulang performa dan skalabilitas.
Infrastruktur 2.0: Disrupsi Cloud di Era 2000-an
Munculnya komputasi cloud mengubah lanskap infrastruktur aplikasi secara fundamental. Sumber daya komputasi dipindahkan dari lingkungan lokal perusahaan ke pusat data besar yang dikelola pihak ketiga. Penyedia seperti Microsoft Azure, Amazon Web Services (AWS), dan Google Cloud Platform (GCP) menawarkan sumber daya komputasi dengan model bayar sesuai pemakaian—memberikan fleksibilitas untuk mengakses sumber daya sesuai kebutuhan.
Era cloud memberikan sejumlah manfaat besar:
-
Menghilangkan kebutuhan membangun data center baru
-
Mengurangi biaya infrastruktur fisik dan pemeliharaan
-
Memungkinkan penyebaran aplikasi lebih cepat
-
Skalabilitas otomatis sesuai kebutuhan
-
Akses ke jaringan pusat data global yang membantu ekspansi bisnis
Transisi ke cloud melahirkan ADC generasi kedua, yang beralih dari perangkat ke layanan—menawarkan skalabilitas lebih baik, keamanan aplikasi, dan manajemen kebijakan yang konsisten. F5 kembali memimpin dengan menyesuaikan layanan ADC untuk lingkungan cloud publik.
Infrastruktur 3.0: Dunia Hybrid dan Multicloud Saat Ini
Sempat diperkirakan bahwa satu cloud akan mendominasi masa depan, tetapi kenyataannya berbeda. Organisasi kini mendistribusikan aplikasi dan API mereka ke lebih banyak lingkungan daripada sebelumnya.
Beberapa menggunakan banyak cloud untuk menghindari vendor lock-in dan mengoptimalkan biaya menggunakan layanan terbaik dari berbagai penyedia. Lainnya menjalankan aplikasi dalam lingkungan hybrid yang menggabungkan data center on-premises, beberapa cloud publik, dan lingkungan edge.
Riset F5 menunjukkan:
-
88% organisasi menggunakan model hybrid
-
38% menjalankan aplikasi di enam model penyebaran berbeda
Hybrid dan multicloud menjadi standar baru karena fleksibilitasnya dalam memilih lingkungan terbaik untuk setiap aplikasi atau beban kerja. Namun, model ini juga menciptakan kompleksitas yang tidak berkelanjutan dalam hal efisiensi dan keamanan. Seiring era AI berkembang, infrastruktur akan semakin terdistribusi, karena workload AI perlu diproses sedekat mungkin dengan sumber data.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, ADC harus kembali berevolusi.
ADC 3.0: Satu Platform untuk Mengatasi Kompleksitas Hybrid & Multicloud
ADC generasi terbaru membutuhkan pendekatan berbasis satu platform untuk keamanan dan pengiriman aplikasi—yang memungkinkan organisasi menikmati fleksibilitas hybrid dan multicloud tanpa terseret oleh kompleksitasnya.
Dikatakan bahwa kesederhanaan adalah kompleksitas yang terpecahkan.
Dengan membantu organisasi mengamankan, mengirimkan, dan mengoptimalkan setiap aplikasi dan API di lingkungan hybrid dan multicloud, ADC 3.0 berjanji memberikan kesederhanaan penting yang dibutuhkan untuk sukses di era AI.
Untuk mempelajari lebih lanjut, baca blog kami: “A New Generation of ADCs for the AI Era.” Jangan lupa kembali untuk membaca posting berikutnya dalam seri ini tentang ADC dan evolusi aplikasi.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
