pemimpin global dalam penyampaian dan pengamanan setiap aplikasi dan API, hari ini mengumumkan dukungan yang diperluas untuk AI Readiness Model for Operational Resilience (ARMOR) yang dikembangkan oleh World Wide Technology (WWT). ARMOR adalah kerangka kerja keamanan AI yang tidak tergantung vendor tertentu, dibuat berdasarkan pengalaman praktis dan wawasan ahli, dibangun bersama dengan NVIDIA dan diperkuat melalui kolaborasi di dunia nyata.
Kerangka ARMOR dirancang untuk mengamankan implementasi AI di setiap tahapnya, membantu organisasi menangani permukaan serangan yang semakin luas akibat platform AI hybrid—di mana data bergerak terus‑menerus di antara lingkungan, API, dan berbagai titik koneksi baru.
Kerangka ARMOR: Solusi Keamanan AI Modular dan Komprehensif
KERANGKA ARMOR menghadirkan solusi keamanan siber yang canggih dan modular untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang menghadapi peningkatan tingkat, skala, dan kompleksitas serangan siber. Fokusnya adalah pada deteksi ancaman berbasis AI, mitigasi, dan visibilitas sambil terintegrasi dengan solusi terkemuka dari Platform Pengiriman dan Keamanan Aplikasi F5 (F5 ADSP). Kombinasi ini memastikan bahwa beban kerja AI dapat di‑deploy dan diakses dengan aman, terlepas dari lokasi atau lingkungan multicloud tempatnya berada.
Menurut Istvan Berko, Global Head of AI Cyber and Innovation di WWT, ARMOR menyediakan kerangka kerja yang skala‑bil dan terus diperbarui seiring bergabungnya teknologi dan mitra baru. Framework ini menjabarkan pendekatan keamanan AI end‑to‑end yang memberikan cakupan komprehensif terhadap domain‑domain penting TI, dengan keamanan dari level chip sampai ke cloud sekaligus mematuhi standar organisasi dan kewajiban kepatuhan.
Enam Domain Utama ARMOR
Kerangka ARMOR dibagi ke dalam enam domain utama untuk mencakup siklus hidup AI secara utuh, ditambah satu domain tambahan yang disebut Cyber Resilience:
-
Governance, Risk, and Compliance (GRC)
Menyelaraskan operasi AI dengan standar regulasi, kebijakan, dan etika agar sistem AI transparan dan dapat dipercaya. Dalam domain ini, F5 AI Guardrails bertindak sebagai proxy lalu lintas AI yang menginspeksi prompt dan respons untuk mencegah kebocoran data, mengurangi serangan prompt injection, dan memblokir serangan yang ditujukan ke AI — serta menyediakan kemampuan observabilitas, pencatatan, dan jejak audit untuk kepatuhan. -
Secure AI Operations
Mengubah pertahanan bersifat reaktif menjadi strategi proaktif — meningkatkan deteksi ancaman, menyederhanakan respons insiden, dan mendorong perbaikan berkelanjutan. F5 menyediakan observabilitas real‑time dan rekomendasi, sementara solusi web application firewall (WAF) dari F5 membantu mengurangi false positive dan memberikan peringatan yang dapat ditindaklanjuti. -
Model Protection
Menyediakan pertahanan berlapis seperti pemindaian model, keamanan runtime, traceability siklus hidup, dan red teaming untuk melindungi sistem AI dari ancaman adversarial dan kesalahan operasi. F5 AI Red Team melakukan pengujian otomatis terhadap serangan dan bekerja sama dengan AI Guardrails untuk melindungi terhadap berbagai ancaman seperti prompt injection, jailbreak, dan pencurian data. -
Secure Development Lifecycle (SDLC)
Membantu menetapkan peta jalan praktis untuk praktik pengkodean yang aman, threat modeling, dan pemindaian model AI agar kerentanan dapat diidentifikasi, diprioritaskan, dan dikoreksi sejak awal. F5 ADSP mendukung otomatisasi, orkestra, dan alat bantu AI untuk konsistensi di seluruh portofolio produk. -
Infrastructure Security
Mengaktifkan keamanan identitas risiko‑berbasis untuk lingkungan AI dan komputasi performa tinggi, membantu organisasi menganalisis kontrol dasar yang melindungi sistem mereka. F5 mendukung post‑quantum cryptography readiness dan kontrol lalu lintas Kubernetes melalui BIG‑IP Next for Kubernetes. -
Data Protection
Menyusun strategi dan praktik terbaik untuk membangun keamanan data yang tangguh di berbagai lingkungan hybrid. ADSP menyediakan standarisasi keamanan di control plane, dan F5 BIG‑IP Local Traffic Manager memastikan transportasi data yang aman serta ketersediaan tinggi untuk komunikasi antara model dan agen AI. -
Cyber Resilience
Domain ini menggabungkan keenam domain di atas dengan prinsip zero trust dan defense‑in‑depth untuk membantu organisasi mempersiapkan, merespons, dan pulih dari insiden dengan cepat.
Komentar F5
Menurut Kunal Anand, Chief Product Officer di F5, peningkatan dan integrasi AI dalam seluruh elemen bisnis modern telah mengubah bagaimana keamanan aplikasi, API, dan infrastruktur harus dilakukan. F5 bersama dengan mitra seperti WWT fokus membantu tim keamanan perusahaan menerapkan kemampuan AI yang inovatif tanpa mengorbankan keamanan, kepatuhan, dan kontrol data yang lebih baik.
✅ Kesimpulan:
Artikel ini menjelaskan kolaborasi F5 dengan WWT dalam mendukung framework keamanan ARMOR agar organisasi dapat mengadopsi AI secara cepat dan aman, dengan cakupan dari regulasi dan tata kelola sampai keamanan model dan infrastruktur.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
