Mengamankan dan mengelola pengiriman aplikasi di berbagai lingkungan dan pusat data adalah tantangan besar bagi perusahaan modern. Dengan 88 % organisasi yang menyatakan mereka mengoperasikan setidaknya dua lingkungan aplikasi berbeda, kebutuhan untuk menghubungkan lokasi penyebaran aplikasi semakin penting. Menjaga keamanan yang konsisten sekaligus memastikan visibilitas pada aplikasi yang tersebar di banyak lingkungan menjadi titik kesulitan yang semakin besar. Organisasi perlu mencapai konsistensi tanpa harus memindahkan atau merombak aplikasi sebelum siap.
Tantangan Baru dengan Arsitektur Hybrid
F5 BIG-IP adalah alat yang sangat kuat dan dipercaya oleh perusahaan terbesar di dunia untuk mengirimkan dan mengamankan aplikasi penting, baik yang publik maupun pribadi. Sebagai standar Application Delivery Controller (ADC), BIG-IP menawarkan kekuatan, fleksibilitas, dan kontrol granular untuk mendukung banyak kasus penggunaan aplikasi. Namun, kekuatan ini juga membawa tingkat kompleksitas yang tinggi.
Seiring bertambahnya kasus penggunaan dan jumlah deployment BIG-IP, manajemen pengiriman aplikasi menjadi semakin rumit dan memakan waktu. Banyak pelanggan mencari cara untuk menyederhanakan kompleksitas ini dengan membawa sebagian kemudahan dan otomatisasi dari cloud ke BIG-IP — tetapi hal ini tidak selalu mudah dilakukan.
Tiga Kasus Penggunaan Utama yang Paling Sering Diminta Pelanggan
-
Membangun dan memelihara DMZ aplikasi:
Strategi keamanan ini membantu organisasi menyembunyikan sumber aplikasi, tetapi biasanya membutuhkan investasi tambahan pada perangkat keras dan solusi keamanan. Seiring perluasan DMZ, biaya pemeliharaan juga meningkat. -
Mengelola beberapa solusi titik, deployment BIG-IP, dan lingkungan secara terpusat:
Semakin banyak lokasi dan alat deployment yang digunakan, semakin sulit untuk memahami kesehatan aplikasi dan posisi keamanan hanya dari satu tampilan. Organisasi seringkali harus membuka banyak konsol untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, dan ini membuat identifikasi ancaman menjadi lebih rumit. -
Skalabilitas cepat untuk memenuhi permintaan:
Memiliki banyak solusi perangkat keras dan titik membuat proses scaling menjadi lebih sulit. Lisensi, waktu deployment hardware, dan manajemen konfigurasi semuanya menambah kompleksitas — yang pada akhirnya meningkatkan beban pengelolaan.
Menyederhanakan kompleksitas ini membutuhkan alat yang dapat menjembatani BIG-IP dengan cloud tanpa memaksa organisasi mengubah lokasi atau cara aplikasi mereka dideploy.
Membawa Cloud ke BIG-IP
Solusi untuk tantangan ini adalah fitur Service Discovery — sebuah kemampuan baru dalam F5 Distributed Cloud App Connect yang membawa fleksibilitas cloud ke deployment aplikasi on-premise yang berjalan di BIG-IP tanpa perlu mengubah arsitektur aplikasi yang sudah ada.
Bagaimana Cara Kerjanya
-
Mulai dengan F5 Distributed Cloud Customer Edge (CE):
Ini adalah perangkat lunak yang dapat diinstal di lingkungan mana pun untuk memperluas Distributed Cloud Services ke lokasi on-premise atau private cloud. -
CE menjadi bagian dari jaringan global:
CE dapat saling terhubung — dan juga terhubung ke F5 Global Network — membentuk underlay network yang aman serta menciptakan control plane terpadu untuk menyederhanakan kompleksitas multi lingkungan. -
Service Discovery menemukan aplikasi di BIG-IP:
Selama CE dapat terhubung ke BIG-IP, Service Discovery akan menemukan dan memperluas aplikasi yang ada. Fitur ini kemudian membuat dan memperbarui katalog aplikasi yang berjalan pada deployment BIG-IP yang terhubung ke Distributed Cloud Services.
Setelah katalog ini dibuat, pelanggan bisa mengelola aplikasi tersebut melalui Distributed Cloud App Connect tanpa harus mengubah aplikasi itu sendiri.
🚀 Manfaat Utama dari Integrasi Ini
Dengan koneksi antara BIG-IP dan Distributed Cloud Services yang dibangun melalui CE, organisasi mendapatkan cara praktis untuk menyelesaikan tiga tantangan besar tadi:
1) DMZ Aplikasi
Dengan mempublikasikan aplikasi ke F5 Global Network, DMZ dipindahkan ke luar — sehingga melindungi server origin tanpa mengeksposnya ke internet publik atau perlu investasi perangkat keras tambahan. F5 Global Network berfungsi seperti front door global dan melindungi aplikasi dari serangan skala besar, sekaligus mengurangi beban pemeliharaan DMZ.
2) Manajemen Terpusat
Aplikasi yang terhubung ke Distributed Cloud Services dapat dikelola dan dimonitor lewat Distributed Cloud Console. Konsol ini memberikan wawasan kunci dan visibilitas atas aplikasi yang dideploy di mana pun — termasuk di BIG-IP — dengan metrik kesehatan aplikasi real-time.
3) Skalabilitas Cepat
Dengan konsolidasi alat, organisasi dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk scaling — memanfaatkan cloud untuk deployment aplikasi baru sekaligus mengoptimalkan investasi on-premise yang sudah ada.
Mengurangi Kompleksitas & Mengoptimalkan Pengiriman Aplikasi
Layanan Service Discovery memungkinkan organisasi menggunakan BIG-IP sambil menambahkan keamanan aplikasi, visibilitas, dan skalabilitas tanpa meningkatkan kompleksitas. Arsitektur SaaS dari Distributed Cloud Services menjamin solusi ini selalu up-to-date dengan inovasi terbaru, termasuk layanan seperti API Discovery (saat ini dalam Early Access).
Dengan semakin kompleksnya infrastruktur aplikasi modern, makin banyak pilihan deployment dan pengiriman aplikasi — yang ini justru meningkatkan kebutuhan untuk menyederhanakan keseluruhan proses. Dengan membawa fleksibilitas cloud dan inovasi Distributed Cloud Services ke aplikasi yang sudah mendapatkan kekuatan dari BIG-IP, organisasi kini punya cara yang lebih mudah untuk mengamankan dan mengelola pengiriman aplikasi.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
