Tantangan AI dan API yang Berkembang di Layanan Keuangan Membutuhkan Perspektif Baru

Jika institusi Anda tidak berkembang di sektor layanan keuangan melalui inovasi digital terbaru, kemungkinan besar Anda akan segera menghadapi tantangan kompetitif baru dari para pesaing Anda — dan para pemegang akun akan menyadarinya. Seiring kemajuan teknologi, lembaga keuangan harus terus beradaptasi dan berinovasi agar tetap unggul. Laporan “F5 State of Application Strategy 2024: Edisi Layanan Keuangan” memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kemajuan ini membentuk ulang sektor ini.

Artikel ini berfokus pada eksplorasi tantangan dan solusi utama terkait penerapan AI dan API di layanan keuangan, berdasarkan temuan penting dari laporan tersebut, yang disusun dari hasil survei terhadap manajer TI dan praktisi di industri layanan keuangan global.


Integrasi AI di Layanan Keuangan Semakin Meningkat

Layanan keuangan mulai mengubah cara pelanggan dan karyawan mereka berinteraksi dengan teknologi digital melalui AI, di mana laporan tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari 80% organisasi kini telah mengintegrasikan AI ke dalam sistem mereka. Adopsi yang luas ini tidak mengherankan mengingat potensi AI untuk meningkatkan efisiensi, pengambilan keputusan, dan pengalaman yang lebih personal bagi pemegang akun.

Namun, laporan yang sama juga menyoroti kekhawatiran kritis terkait kinerja AI, yang memengaruhi berbagai aspek model AI. Model AI dengan kinerja buruk dapat menyebabkan latensi dan berdampak negatif pada pengalaman pengguna — kekhawatiran ini bahkan berada di atas kekhawatiran terkait biaya implementasi AI.

Seiring teknologi AI dan API yang semakin menyatu dalam industri layanan keuangan, organisasi harus mengembangkan strategi yang lincah untuk menghadapi tantangan yang muncul.

Untuk meminimalkan dampak negatif dari model AI yang berkinerja buruk, laporan tersebut menyoroti tren penting: munculnya AIOps (Artificial Intelligence for IT Operations). Pendekatan ini menjadi prioritas kedua tertinggi bagi pengambil keputusan di sektor layanan keuangan. Ketergantungan yang meningkat pada telemetry untuk otomatisasi mendorong tren ini, karena organisasi layanan keuangan ingin menyederhanakan operasional dan mengurangi kesalahan manusia.

Seiring teknologi AI yang terus matang, mereka yang berinvestasi dalam infrastruktur TI yang fleksibel dan mampu mendukung teknologi baru secara cepat akan berada pada posisi terbaik untuk memanfaatkan inovasi, mendorong pertumbuhan, dan meningkatkan layanan.


Kompleksitas Keamanan API Menjadi Sorotan

Industri layanan keuangan semakin mengandalkan API untuk memfasilitasi transaksi dan pertukaran data yang efisien. Hal ini menyebabkan pertumbuhan API secara eksponensial, yang penting agar pemegang akun dapat melakukan transaksi digital dari mana saja. Oleh karena itu, strategi keamanan API yang kuat menjadi sangat penting.

Tidak mengherankan jika peningkatan keamanan API menjadi prioritas utama, di mana hampir semua organisasi kini menerapkan atau meningkatkan strategi perlindungan API mereka. Rata-rata, layanan keuangan mengelola sekitar 600 API, menurut laporan tersebut — dan angka ini terus meningkat seiring modernisasi aplikasi dan percepatan penerapan AI. Untuk organisasi besar di bidang keuangan, jumlah API bisa mencapai ribuan, yang menambah kompleksitas — bahkan sebelum mempertimbangkan banyaknya endpoint API yang terlibat.

Laporan juga mengungkapkan bahwa 45% organisasi keuangan mulai mengadopsi kemampuan penemuan API, yang sangat penting untuk menjaga kontrol atas ekosistem digital mereka, di mana zombie API dan/atau shadow API sering tersembunyi dan tidak terdeteksi. Sebagai catatan tambahan, sangat disarankan untuk mencari solusi keamanan API yang dapat menemukan sekaligus secara otomatis melindungi API tersebut, guna meminimalkan durasi kerentanan yang tidak terlindungi. Pertimbangan ini menjadi sangat penting di era open finance saat ini.


Lingkungan Hybrid dan Multicloud Semakin Populer

Lingkungan hybrid dan multicloud sedang mengubah cara kerja layanan keuangan dengan memberikan fleksibilitas dan ketahanan yang lebih besar. Lingkungan ini memungkinkan organisasi memilih platform cloud terbaik untuk tugas tertentu, sehingga mengoptimalkan kinerja dan efisiensi biaya.

Meskipun bermanfaat, laporan mencatat bahwa 95% organisasi layanan keuangan menghadapi tantangan terkait penerapan multicloud.

Kompleksitas manajemen dan masalah keamanan berada di urutan teratas tantangan yang dihadapi, sehingga lembaga harus menerapkan strategi komprehensif untuk menjaga infrastruktur multicloud yang aman dan efisien. Fleksibilitas menjadi pertimbangan penting, dengan 66% responden menekankan pentingnya memilih solusi yang hemat biaya dan sesuai kebutuhan mereka. Menariknya, meskipun kontinuitas bisnis menjadi prioritas bagi responden global, pengambil keputusan di sektor layanan keuangan sangat tertarik pada keunggulan beban kerja AI yang ditawarkan oleh konfigurasi multicloud.

Peralihan ke lingkungan hybrid dan multicloud menyoroti kebutuhan akan keahlian dalam mengelola berbagai platform cloud sambil tetap menjaga standar keamanan yang tinggi. Lembaga keuangan perlu berinvestasi dalam pelatihan dan sumber daya untuk menghadapi kompleksitas ini secara efektif, memastikan mereka dapat memanfaatkan potensi teknologi multicloud secara maksimal sambil mengurangi risiko siber yang menyertainya.


Jalan ke Depan bagi Layanan Keuangan

Laporan “F5 2024 State of Application Strategy: Edisi Layanan Keuangan” menyoroti bagaimana inovasi digital akan membentuk masa depan sektor layanan keuangan. Seiring integrasi teknologi AI dan API yang semakin dalam, organisasi harus mengembangkan strategi yang gesit untuk mengatasi tantangan yang ada.

Dengan berfokus pada pembangunan infrastruktur TI yang fleksibel, memprioritaskan keamanan API, dan mengadopsi manfaat dari lingkungan hybrid dan multicloud, layanan keuangan dapat meningkatkan penawaran mereka dan menjaga keunggulan kompetitif di pasar yang terus berubah.