Pengiriman aplikasi telah berkembang pesat selama tiga dekade terakhir. Seiring evolusi komputasi enterprise, organisasi terdorong oleh kebutuhan akan lebih banyak hal—lebih banyak aplikasi, lebih banyak dukungan infrastruktur, lebih banyak ketersediaan, lebih banyak fleksibilitas. Namun semua “lebih banyak” ini datang dengan harga. Ketika infrastruktur terus berkembang untuk memenuhi tuntutan tersebut, kompleksitas meningkat drastis. Pada akhirnya, kompleksitas ini menciptakan risiko baru yang menghambat kemampuan organisasi untuk bergerak cepat dalam menghadirkan pengalaman digital inovatif yang dibutuhkan pelanggan. Memasuki era AI, infrastruktur aplikasi pendukung terus tumbuh dalam ukuran dan kompleksitas, terutama karena meningkatnya kebutuhan untuk mendukung aplikasi bertenaga AI dan membangun “AI factories.” Untuk mencapai layanan penting yang dibutuhkan guna mengamankan dan mendistribusikan aplikasi-aplikasi ini, simplifikasi menjadi hal yang sangat penting. Secara sederhana, inilah yang diberikan oleh F5. Sejak berdiri hampir 30 tahun yang lalu, F5 telah menjadi pemimpin pasar dalam application delivery controllers (ADC). Selama bertahun-tahun, kami terus merevolusi ADC untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur aplikasi yang selalu berubah. Dan saat AI kembali mengubah lanskap teknologi, F5 berinovasi untuk menjawab kebutuhan masa kini dengan menyederhanakan kompleksitas bagi pelanggan kami. Dalam beberapa minggu mendatang, kami akan mengeksplorasi evolusi ADC dalam menghadapi perubahan lanskap infrastruktur, aplikasi, dan keamanan. Blog pertama dalam seri ini membahas bagaimana ADC telah beradaptasi dengan infrastruktur aplikasi yang terus berevolusi. Seperti apa evolusinya selama tiga dekade terakhir? Infrastruktur 1.0: Data Center On-Premises di Era 1990-an Pada awal komputasi enterprise, infrastruktur on-premises adalah standar. Bisnis menjalankan aplikasi, data, dan sistem mereka di server fisik yang disimpan di ruang server dalam gedung mereka—melayani pengguna yang bekerja dari lokasi yang sama. Infrastruktur ini membutuhkan investasi besar dalam perangkat keras, perangkat lunak, dan tim IT yang terampil untuk pemeliharaan, keamanan, dan pembaruan. Data center on-premises menawarkan kontrol penuh atas data dan sistem, dengan keamanan yang relatif lebih mudah dikelola—suatu keuntungan bagi perusahaan dengan kebutuhan kepatuhan yang ketat. Namun, membangun dan memelihara data center sangat mahal, serta memiliki keterbatasan dalam skalabilitas. Ekspansi ke lokasi baru berarti membangun data center tambahan, yang rumit dan mahal. Pada era ini, ADC generasi pertama mulai muncul sebagai perangkat keras atau virtual appliance yang membantu tim IT mengelola kebutuhan pengiriman aplikasi seperti load balancing. F5 dengan cepat menjadi pemimpin pasar ADC berbasis perangkat keras dan kemudian memperkenalkan ADC on-demand pertama yang mendefinisikan ulang performa dan skalabilitas. Infrastruktur 2.0: Disrupsi Cloud di Era 2000-an Munculnya komputasi cloud mengubah lanskap infrastruktur aplikasi secara fundamental. Sumber daya komputasi dipindahkan dari lingkungan lokal perusahaan ke pusat data besar yang dikelola pihak ketiga. Penyedia seperti Microsoft Azure, Amazon Web Services (AWS), dan Google Cloud Platform (GCP) menawarkan sumber daya komputasi dengan model bayar sesuai pemakaian—memberikan fleksibilitas untuk mengakses sumber daya sesuai kebutuhan. Era cloud memberikan sejumlah manfaat besar: Menghilangkan kebutuhan membangun data center baru Mengurangi biaya infrastruktur fisik dan pemeliharaan Memungkinkan penyebaran aplikasi lebih cepat Skalabilitas otomatis sesuai kebutuhan Akses ke jaringan pusat data global yang membantu ekspansi bisnis Transisi ke cloud melahirkan ADC generasi kedua, yang beralih dari perangkat ke layanan—menawarkan skalabilitas lebih baik, keamanan aplikasi, dan manajemen kebijakan yang konsisten. F5 kembali memimpin dengan menyesuaikan layanan ADC untuk lingkungan cloud publik. Infrastruktur 3.0: Dunia Hybrid dan Multicloud Saat Ini Sempat diperkirakan bahwa satu cloud akan mendominasi masa depan, tetapi kenyataannya berbeda. Organisasi kini mendistribusikan aplikasi dan API mereka ke lebih banyak lingkungan daripada sebelumnya. Beberapa menggunakan banyak cloud untuk menghindari vendor lock-in dan mengoptimalkan biaya menggunakan layanan terbaik dari berbagai penyedia. Lainnya menjalankan aplikasi dalam lingkungan hybrid yang menggabungkan data center on-premises, beberapa cloud publik, dan lingkungan edge. Riset F5 menunjukkan: 88% organisasi menggunakan model hybrid 38% menjalankan aplikasi di enam model penyebaran berbeda Hybrid dan multicloud menjadi standar baru karena fleksibilitasnya dalam memilih lingkungan terbaik untuk setiap aplikasi atau beban kerja. Namun, model ini juga menciptakan kompleksitas yang tidak berkelanjutan dalam hal efisiensi dan keamanan. Seiring era AI berkembang, infrastruktur akan semakin terdistribusi, karena workload AI perlu diproses sedekat mungkin dengan sumber data. Untuk memenuhi kebutuhan ini, ADC harus kembali berevolusi. ADC 3.0: Satu Platform untuk Mengatasi Kompleksitas Hybrid & Multicloud ADC generasi terbaru membutuhkan pendekatan berbasis satu platform untuk keamanan dan pengiriman aplikasi—yang memungkinkan organisasi menikmati fleksibilitas hybrid dan multicloud tanpa terseret oleh kompleksitasnya. Dikatakan bahwa kesederhanaan adalah kompleksitas yang terpecahkan. Dengan membantu organisasi mengamankan, mengirimkan, dan mengoptimalkan setiap aplikasi dan API di lingkungan hybrid dan multicloud, ADC 3.0 berjanji memberikan kesederhanaan penting yang dibutuhkan untuk sukses di era AI. Untuk mempelajari lebih lanjut, baca blog kami: “A New Generation of ADCs for the AI Era.” Jangan lupa kembali untuk membaca posting berikutnya dalam seri ini tentang ADC dan evolusi aplikasi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Month: November 2025
Apa itu WebAssembly Component Model?
WebAssembly, atau singkatnya Wasm, telah berkali-kali membuktikan dirinya sebagai teknologi revolusioner berkat kecepatan eksekusi yang sangat cepat dan mendekati native, dukungan terhadap berbagai bahasa pemrograman, serta model sandboxing yang kuat dengan prinsip deny-by-default. Wasm sudah digunakan secara luas di web, dan juga menjadi pemain penting di sisi server. Setiap ekosistem yang berkembang membutuhkan visi tentang bagaimana semua bagian cocok satu sama lain—di sinilah WebAssembly Component Model berperan. Component Model adalah sistem yang memfasilitasi interaksi antara unit-unit kode WebAssembly, serta interaksi antara kode WebAssembly dan lingkungan host. Sistem ini berpusat pada konsep komponen WebAssembly, yang pada dasarnya adalah modul Wasm biasa tetapi dengan tipe data yang sudah dienkode. Tipe data ini memungkinkan pembuatan glue code otomatis sehingga komponen-komponen dapat berkomunikasi secara mulus. Component Model membuka era baru dalam pengembangan perangkat lunak modern: developer bisa memilih komponen dari ekosistem bahasa apa pun dan menyusunnya menjadi satu aplikasi. Punya aplikasi pemrosesan data di Python tapi membutuhkan parser efisien dari Rust? Tidak masalah. Satu tim di organisasi Anda mahir Go, sementara tim lain hanya menulis JavaScript? Tidak menjadi kendala—masing-masing bisa menghasilkan komponen WebAssembly yang dapat disusun tanpa kerepotan. Alasan teknis mengapa kita membutuhkannya WebAssembly menghadapi masalah klasik yang dialami banyak platform eksekusi kode: bagaimana cara berbagi data secara aman, efisien, dan aman antar unit kode yang mungkin dibuat oleh toolchain bahasa yang berbeda-beda? Dua modul WebAssembly sebenarnya bisa saja bertukar data menggunakan format seperti JSON atau Protobuf—tetapi proses serialisasi/deserialisasi cukup mahal. Karena kedua modul biasanya berjalan berdampingan dalam runtime yang sama, pertukaran data seharusnya bisa jauh lebih efisien. Masalah utamanya adalah setiap bahasa pemrograman memiliki cara sendiri dalam merepresentasikan data—encoding string berbeda, struktur data berbeda (array vs linked list), dan seterusnya. Agar dua bahasa bisa berkomunikasi, mereka harus sepakat pada satu format data bersama. Ini disebut Application Binary Interface (ABI). Dalam praktiknya, hampir tidak ada bahasa yang sepakat pada ABI yang sama. Biasanya, jika kita ingin kode dari satu bahasa berbicara dengan bahasa lain, seorang developer harus menulis kode penerjemah secara manual—pekerjaan yang sulit, rawan kesalahan, dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang kedua bahasa. Beberapa ekosistem memang memiliki tool untuk ini, tetapi hanya untuk bahasa tertentu. Component Model memecahkan masalah ini dengan mendefinisikan canonical ABI—format data universal untuk semua bahasa. Untuk memudahkan manusia, tersedia pula bahasa definisi antarmuka bernama WebAssembly Interface Types (WIT) untuk mendeskripsikan antarmuka komponen. Dunia WIT Setelah ada banyak komponen, bagaimana kita tahu komponen mana dapat dipakai pada lingkungan tertentu? WebAssembly berjalan di banyak tempat—browser, server, edge, perangkat kecil, dan lainnya—semuanya dengan kemampuan berbeda. WIT memperkenalkan konsep worlds. Sebuah world adalah antarmuka yang diikuti oleh sebuah komponen—sekumpulan fungsi yang di-import dan di-export oleh komponen. Ini memudahkan kita memahami bagaimana komponen dapat disusun bersama. Contoh: komponen yang hidup di dunia wasi:cli/command, yaitu komponen yang berjalan sebagai perintah terminal, dapat memiliki akses ke filesystem, sumber randomness, dan stream I/O, serta menyediakan fungsi utama untuk dijalankan ketika perintah dipanggil. World dapat didefinisikan oleh siapa pun, tetapi sudah ada banyak world standar—untuk HTTP, USB, AI model, dan lainnya. Lingkungan host dapat menyatakan world mana yang mereka dukung, sehingga developer tahu komponen mana yang kompatibel. Karena komponen bisa dikomposisi, kita bisa mengimplementasikan sebuah world menggunakan world lain. Misalnya, jika host hanya menyediakan world sockets, tapi komponen yang Anda miliki ingin melakukan HTTP, Anda bisa menulis adaptor yang mengimplementasikan HTTP menggunakan sockets. Dengan komposisi sederhana, komponen Anda dapat berjalan di world sockets tanpa modifikasi apa pun. Masa depan Component Model sangat monumental—tidak hanya untuk WebAssembly, tetapi untuk semua developer. Ini akan mengubah cara kita membangun software. Walaupun ekosistemnya masih awal, manfaatnya sudah sangat besar. Tetaplah mengikuti perkembangan WebAssembly, karena kita akan melihat semakin banyak kasus penggunaan menarik seiring meningkatnya adopsi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Konteks Keamanan Sangat Penting untuk Agentic AI
Perhatikan kesenjangan dan lanjutkan ke depan Merancang agen AI (AI agents) dengan konteks keamanan yang tepat dimulai dengan menjawab pertanyaan ini: Apakah proses yang akan diotomatisasi dimaksudkan untuk menjadi asisten pribadi yang digunakan oleh satu atau lebih pengguna, ataukah ini merupakan proses bisnis umum yang harus dijalankan secara skala besar atas nama perusahaan? Jika bersifat pribadi, fokuskan peta proses pada verifikasi bahwa semua tindakan dan kebutuhan akses data mematuhi kebijakan keamanan perusahaan yang berlaku untuk pengguna yang ditargetkan. Jika ditemukan pengecualian, pisahkan tindakan yang memerlukan hak akses tingkat tinggi (elevated privilege) dan pastikan bahwa akses serta tindakan tersebut dipetakan dengan benar kepada individu yang memiliki tingkat hak yang sesuai. Jika proses tersebut merupakan proses umum untuk bisnis, tinjau desain akun layanan (service account design) guna memastikan apakah akses dengan hak istimewa tertinggi (most-privileged access) menciptakan celah keamanan seperti pada contoh pertama di atas, serta lakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan bahwa data sensitif tidak terekspos kepada pengguna yang tidak memiliki hak istimewa yang diperlukan. Organisasi sebaiknya memasukkan konteks keamanan dalam desain agen pribadi maupun agen korporat. Dengan memisahkan tugas-tugas yang memerlukan hak akses tinggi dan memperhatikan apakah tindakan dijalankan oleh pengguna atau akun layanan, risiko terjadinya celah keamanan yang tidak diinginkan dapat dikurangi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 ADC 3.0: Menang dalam Perlombaan dengan Kesederhanaan dan Kendali
Sejarah mungkin tidak berulang, tetapi sering berima. Di dunia siber dan pengembangan aplikasi yang serba cepat saat ini, organisasi di seluruh dunia terlibat dalam perlombaan tanpa akhir menuju transformasi digital. Mantranya selalu sama: kecepatan menuju pasar, kecepatan menciptakan nilai, dan kecepatan integrasi. Perlombaan ini semakin intens dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI) — perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia berlomba memanfaatkan potensinya sebelum pesaing mereka melakukannya. Kita semua berada dalam “perlombaan AI global”, berusaha sampai di garis akhir sebelum “mereka”, siapa pun “mereka” itu — mulai dari perusahaan kecil hingga negara adidaya. Filosofi Balap yang Menginspirasi Teknologi Modern Pendiri mobil balap Lotus, Colin Chapman, memiliki filosofi sederhana namun jenius untuk mengalahkan pesaing: “simplify, then add lightness” (sederhanakan, lalu tambahkan kelincahan). Prinsip ini membuat tim Lotus mampu mengungguli lawan yang jauh lebih besar dan berbiaya tinggi. Di dunia teknologi saat ini, prinsip yang sama berlaku bagi para pemimpin TI dan keamanan: “Sederhanakan, lalu tambahkan otomatisasi dan kendali.” Tantangan: Kompleksitas di Dunia Multi-Lingkungan Saat ini, sekitar 40% pelanggan F5 beroperasi di enam atau lebih lingkungan berbeda. Kompleksitas ini menciptakan tantangan besar dalam menjaga perlindungan data, keamanan, ketersediaan, dan performa. Organisasi dituntut untuk memberikan nilai bisnis dengan cepat, sekaligus memastikan keamanan di berbagai lingkungan — mulai dari pusat data tradisional hingga cloud publik. Menemukan keseimbangan antara kecepatan dan keamanan kini menjadi tantangan utama. ADC 3.0: Evolusi Baru dalam Penyampaian Aplikasi Global Sebagai pelopor industri Application Delivery Controller (ADC), F5 memperkenalkan evolusi baru melalui ADC 3.0 — pendekatan modern yang berfokus pada penyampaian (delivery) dan kendali (control). Visi ini dirancang untuk menemui pelanggan di mana pun mereka berada, dengan rangkaian solusi komprehensif yang melindungi setiap aplikasi dan API di seluruh lingkungan, tanpa batas. Pendekatan F5 menghadirkan: Keamanan terpadu di semua lingkungan Dari aplikasi on-premise yang diamankan oleh F5 BIG-IP, hingga beban kerja modern yang berjalan di F5 Distributed Cloud Services, F5 memberikan perlindungan dan kendali tanpa hambatan. Pertahanan menyeluruh (defense in depth) Mitra keamanan tepercaya yang menyediakan perlindungan menyeluruh: client-side defense, signals intelligence, perlindungan dari bot, mitigasi serangan DDoS, web application firewall (WAF), web and API protection (WAAP), keamanan API, zero trust multicloud networking, hingga pengujian penetrasi eksternal. Visibilitas dan kendali ujung-ke-ujung Pengawasan menyeluruh dari code to cloud, memastikan keamanan dibangun dari awal — bukan ditambahkan belakangan. Menang dalam Perlombaan AI: “Tikus Kedua yang Mendapat Keju” Perlombaan AI mendorong banyak organisasi untuk bergerak secepat mungkin. Namun ada pepatah bijak: “Burung awal mendapatkan cacing, tetapi tikus kedua yang mendapat keju.” Artinya, terburu-buru bukan selalu jalan terbaik. Organisasi tidak boleh tergesa-gesa mengadopsi AI tanpa memahami dan mengatasi risikonya terlebih dahulu — dan di sinilah pendekatan menyeluruh dari F5 memainkan peran penting. F5 telah mengamankan dan mendukung beberapa “pabrik AI” terbesar di dunia. Dengan keahlian dalam melindungi berbagai model AI — baik besar maupun kecil, dari jaringan internal hingga edge — F5 memastikan aplikasi AI Anda mendapatkan keamanan kelas dunia tanpa mengorbankan kecepatan dan kelincahan bisnis. Dengan menyederhanakan tumpukan teknologi Anda serta menerapkan otomatisasi dan kendali cerdas melalui pendekatan F5 ADC 3.0, Anda dapat mencapai keseimbangan sempurna: menghadirkan inovasi dengan cepat, sekaligus menjaga keamanan dan keandalan bisnis Anda. Ini bukan sekadar tentang siapa yang pertama sampai di pasar — tetapi tentang bagaimana sampai di sana dengan cara yang aman, skalabel, dan berkelanjutan. Jalan ke Depan Dorongan menuju solusi yang lebih cepat, lebih hemat, dan lebih baik tidak akan melambat. Namun dengan menerapkan prinsip ADC 3.0 dari F5, organisasi dapat: Menyederhanakan infrastruktur, Menambahkan otomatisasi dan kendali yang kuat, Serta memenangkan “perlombaan teknologi” mereka sendiri — tanpa mengorbankan keamanan atau stabilitas. Ingin tahu bagaimana mempercepat transformasi bisnis Anda dengan aman? Pelajari lebih lanjut bagaimana pendekatan F5 ADC 3.0 dalam keamanan enterprise dan application delivery dapat membantu Anda menavigasi tantangan penerapan dan keamanan aplikasi modern. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Suara yang Berarti: Perempuan yang Memimpin Inovasi di F5
Sebagai ketua bersama, kami bangga bahwa F5 Connects Women kini bekerja untuk mendidik, menginspirasi, menghubungkan, dan membimbing lebih dari 1.000 anggota dan sekutu. Didirikan pada tahun 2012, F5 Connects Women adalah kelompok inklusi karyawan (Employee Inclusion Group / EIG) terbesar di perusahaan dan berperan aktif dalam menarik, mengembangkan, dan mempertahankan talenta terbaik untuk memberikan hasil terbaik bagi pelanggan kami. Berinovasi di persimpangan penyampaian aplikasi, keamanan, dan kecerdasan buatan (AI) membutuhkan waktu, ketekunan, dan tentu saja, banyak talenta. Dengan proyeksi bahwa pekerjaan di bidang teknologi akan tumbuh dua kali lebih cepat daripada pekerjaan non-teknologi dalam dekade mendatang — khususnya di bidang data science, AI, dan keamanan siber — peningkatan jumlah perempuan di bidang-bidang ini menjadi sangat penting. Di F5, kami mengambil langkah proaktif untuk menjawab tantangan ini melalui komunitas Connects Women EIG. Dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional, kami dengan bangga menyoroti kontribusi empat perempuan luar biasa di F5 dari berbagai belahan dunia, dengan perjalanan dan pandangan mereka tentang dunia keamanan siber dan rekayasa teknologi. Smitha Sriharsha: Menjalani Semangat Inovasi Smitha Sriharsha, Senior Manager Platform Security Engineering yang berbasis di India, mewujudkan semangat inovasi dalam keamanan siber. Ambisi kariernya lahir dari rasa ingin tahu yang mendalam tentang bagaimana keamanan memengaruhi setiap lapisan teknologi. “Saya menyadari bahwa keamanan siber yang efektif bukan hanya soal menemukan kerentanan, tetapi juga memberdayakan bisnis untuk berinovasi dengan percaya diri,” ujarnya. Dalam lingkungan dengan ancaman siber yang beragam dan terus berkembang, Smitha percaya bahwa “memiliki tenaga kerja dengan latar belakang berbeda memperkuat kemampuan kita untuk mengantisipasi dan merespons secara efektif.” Ia juga menekankan pentingnya “menghapus stereotip dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di mana generasi mendatang dapat melihat diri mereka tumbuh dan sukses dalam karier keamanan siber.” Orna Zakaria: Pendukung Kuat Mentorship Orna Zakaria, Vice President of Engineering F5 yang berbasis di Israel, membawa pengalaman selama puluhan tahun ke perannya saat ini. Perjalanannya dimulai dari keinginan untuk meningkatkan pengalaman pengguna selama dinas militernya, yang kemudian mendorongnya untuk menekuni bidang teknik komputer. Orna dikenal sebagai pendukung kuat mentorship dan representasi, memahami kekuatannya dalam menginspirasi dan memberdayakan perempuan di dunia teknologi. Melalui inisiatif seperti Young Women Hackers, acara yang diadakan oleh F5 Israel, Orna dan timnya secara aktif membuka jalan bagi perempuan muda untuk menjelajahi dunia keamanan siber. “Ketika perempuan melihat orang lain berada di posisi kepemimpinan atau peran teknis, hal itu memperkuat keyakinan bahwa mereka juga pantas berada di sana,” ujarnya. Maryrita Steinhour: Fokus Kuat pada Keamanan Maryrita Steinhour, Senior Principal Software Engineer di Amerika Serikat, telah mendedikasikan kariernya pada desain dan pengembangan sistem operasi dengan fokus kuat pada keamanan. Keahliannya meliputi arsitektur, desain, pengembangan, hingga manajemen program — menjadikannya aset berharga bagi upaya keamanan F5. “Saya beruntung bekerja di perusahaan dan bersama orang-orang yang memiliki komitmen kuat terhadap keberagaman, dan selalu diberikan kesempatan berdasarkan kemampuan,” kata Maryrita. Pesannya bagi perempuan yang ingin meniti karier di bidang keamanan siber: “Ketahuilah bahwa Anda bisa melakukan apa pun yang Anda tekadkan. Asah kekuatan Anda, dan terus tingkatkan area yang masih lemah.” Remi Cohen: Menginspirasi Generasi Perempuan Berikutnya Remi Cohen, Senior Cybersecurity Manager untuk Threat Intelligence and Investigations di Amerika Serikat, membawa perspektif berbeda ke dalam perannya. Awalnya tertarik pada ilmu komputer karena sifatnya yang menantang dalam pemecahan masalah, Remi menemukan passion-nya dalam keamanan siber melalui magang di bidang intelijen ancaman siber. “Saya belajar bahwa saya bisa menggunakan gelar ilmu komputer saya untuk ‘meretas’ sistem dan memecahkan masalah dengan cara yang lebih kreatif… dan sejak itu, saya tidak pernah menoleh ke belakang,” ujarnya. Remi menekankan pentingnya visibilitas dan pendidikan dalam mendorong perempuan muda mengejar karier di bidang STEM. Menurutnya, dengan “lebih sering membicarakannya dan menunjukkan kepada perempuan muda bahwa ada banyak cara untuk menggunakan kemampuan mereka,” kita dapat menginspirasi generasi profesional keamanan siber berikutnya. Memberdayakan Perempuan untuk Berinovasi dan Memimpin Dalam perayaan Hari Perempuan Internasional, kami terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana kontribusi perempuan diakui dan dihargai. Kami berdedikasi untuk membangun tempat kerja di mana perempuan diberdayakan untuk berinovasi dan memimpin — karena kami percaya bahwa hal ini merupakan kunci untuk membangun dunia digital yang lebih aman dan berkeadilan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Enam Hal Penting dari Konferensi Utama F5 — AppWorld 2025
Konferensi AppWorld 2025 yang digelar di Las Vegas tahun ini menampilkan berbagai inovasi terobosan dari F5 dalam mempersiapkan pelanggan menghadapi masa depan yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI). Salah satu pengumuman terbesarnya adalah peluncuran platform terkonvergensi pertama di industri yang menggabungkan application delivery dan keamanan untuk infrastruktur hybrid multicloud di era AI. Selain itu, F5 juga memperkenalkan berbagai inovasi baru untuk mengatasi kompleksitas yang semakin meningkat dalam pengelolaan aplikasi dan API di lingkungan yang hiper-terdistribusi, hiper-terhubung, dan hiper-hibrida. Rekan F5 seperti Equinix dan NVIDIA turut naik ke panggung untuk membahas kolaborasi mereka dalam mewujudkan visi F5. Tak ketinggalan, F5 juga menganugerahkan Customer Innovation Award pertama dan merayakan Partner of the Year 2025 untuk kawasan Amerika Utara. Konferensi ini dipenuhi dengan sesi pembelajaran mendalam mengenai solusi keamanan dan app delivery dari F5, memberikan peserta wawasan penting untuk membawa bisnis mereka maju di era AI. Bagi yang belum sempat hadir, berikut enam hal penting dari F5 AppWorld 2025: 1. F5 Meluncurkan Platform Aplikasi dan Keamanan Terluas untuk Era AI Dalam pidato pembukaannya, François Locoh-Donou, Presiden dan CEO F5, memperkenalkan F5 Application Delivery and Security Platform, solusi application delivery controller (ADC) pertama di industri yang sepenuhnya menggabungkan load balancing berkinerja tinggi, manajemen lalu lintas, dan kemampuan keamanan aplikasi serta API tingkat lanjut dalam satu platform terpadu. Platform ini dirancang untuk menangani volume data besar, pola lalu lintas kompleks, dan vektor serangan baru di era AI. Berdasarkan riset F5, dalam tiga tahun ke depan, 80% aplikasi perusahaan akan digerakkan oleh AI. Locoh-Donou menyebut platform baru ini sebagai “lompatan besar” dalam menghadirkan ADC generasi 3.0 yang memudahkan organisasi dalam mengelola, mengamankan, dan mengoptimalkan aplikasi di mana pun. 2. F5 Memperkenalkan Asisten AI di Seluruh Produk Utama Pada AppWorld 2025, F5 juga meluncurkan AI Assistant untuk F5 NGINX One, sebagai bagian dari upaya untuk menyederhanakan keamanan dan pengelolaan aplikasi berskala besar. Asisten ini didukung oleh model bahasa besar (LLM) yang dilatih khusus untuk NGINX, menyediakan panduan kontekstual dan langkah demi langkah secara langsung di NGINX One Console — membantu tim memangkas waktu dalam pemecahan masalah dan pemeliharaan rutin. Fitur ini melanjutkan kesuksesan AI Assistant untuk F5 Distributed Cloud Services yang diluncurkan pada Desember 2024. Lebih dari setengah pelanggan kini menggunakannya untuk mendeteksi ancaman secara real-time, memantau performa jaringan, dan menangani tugas kompleks lainnya. Tahun ini, F5 juga berencana menghadirkan AI Assistant untuk F5 BIG-IP, memberikan semua pelanggan kemampuan AI untuk mempermudah pengelolaan serta perlindungan aplikasi dan API mereka. 3. Peta Jalan Menuju Masa Depan yang Ditenagai AI Dalam sesi utama berikutnya, Kunal Anand, Chief Innovation Officer F5, memaparkan roadmap produk terbaru yang memperluas kapabilitas F5 Application Delivery and Security Platform. Salah satu pengumuman penting adalah F5 AI Gateway, yang kini tersedia secara umum untuk membantu pelanggan mengelola dan mengamankan solusi berbasis AI. Gateway ini berfungsi sebagai “sistem saraf pusat” AI di lingkungan enterprise — mengoptimalkan interaksi antara aplikasi, API, dan large language model (LLM), sekaligus mendorong adopsi AI yang lebih luas di perusahaan. F5 juga memperkenalkan peningkatan pada lini produk F5 VELOS, yang dirancang untuk membantu penyedia layanan dan perusahaan besar mengoptimalkan aplikasi modern, melindungi workload, dan meminimalkan downtime dalam lingkungan multi-tenant. VELOS menyederhanakan implementasi AI berskala besar dengan mengonsolidasikan ketersediaan, manajemen, dan keamanan. 4. Kolaborasi Strategis dengan Pemimpin Teknologi Dunia F5 menegaskan kemitraannya dengan berbagai perusahaan terdepan untuk mewujudkan visinya. Bersama Maryam Zand, VP Ecosystems di Equinix, Anand mengumumkan solusi gabungan antara F5 Distributed Cloud Services dan Equinix Network Edge Platform, yang akan tersedia akhir tahun ini. Solusi ini akan mempermudah penerapan dan memastikan keamanan aplikasi serta workload di lingkungan hybrid multicloud. Selain itu, Kevin Deierling, SVP Networking di NVIDIA, juga hadir untuk membahas kolaborasi dalam penerapan F5 BIG-IP Next for Kubernetes di atas NVIDIA BlueField-3 DPUs. Solusi ini meningkatkan performa, keamanan, dan integrasi bagi penyedia layanan dan perusahaan besar yang membangun infrastruktur AI berskala besar—melanjutkan kemitraan strategis jangka panjang antara F5 dan NVIDIA. 5. Xcel Energy Menerima Penghargaan Customer Innovation Award Pertama Penghargaan F5 Customer Innovation Award pertama diberikan kepada Xcel Energy, perusahaan utilitas asal Minneapolis, yang telah menjadi pelanggan F5 selama hampir satu dekade. Xcel Energy menggunakan F5 BIG-IP dan F5 Distributed Cloud Services untuk memperkuat keamanan di lingkungan yang tersebar luas, terutama melalui layanan F5 Distributed Cloud Web App Scanning yang secara dinamis memindai permukaan serangan eksternal untuk menemukan celah keamanan pada aplikasi web dan API. Chad Whalen, Chief Revenue Officer F5, menyerahkan penghargaan ini langsung kepada Colin Barr dari Xcel Energy, seraya memuji inovasi perusahaan tersebut dalam memanfaatkan solusi F5 untuk memperkuat daya saing di industri energi. 6. WorldTech IT Dinobatkan sebagai F5 North America Partner of the Year F5 juga menganugerahkan gelar North America Partner of the Year kepada WorldTech IT, perusahaan penyedia layanan profesional dan terkelola berbasis F5. Penghargaan ini mengakui komitmen WorldTech IT terhadap inovasi dan pertumbuhan, terutama melalui platform Cloud.Red yang menghadirkan solusi pemantauan dan observabilitas untuk F5 BIG-IP dan F5 NGINX. Perusahaan ini telah mengalami pertumbuhan pesat karena membantu pelanggan meningkatkan keamanan, menyederhanakan operasi, dan memaksimalkan investasi mereka pada teknologi F5. F5 akan melanjutkan rangkaian AppWorld Tour ke berbagai kota di dunia mulai April mendatang, dimulai dengan AppWorld Public Sector Symposium di Washington, D.C., dan AppWorld Dubai. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman resmi AppWorld F5. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Mempercepat AI Perusahaan: Data Terpadu untuk RAG bersama F5, NetApp, dan Google Cloud
Seiring semakin banyaknya organisasi yang mengadopsi teknologi AI, mereka menemukan bahwa menjaga large language model (LLM) agar tetap diperbarui dengan data internal terbaru merupakan tantangan tersendiri. Hal ini mendorong munculnya pendekatan retrieval-augmented generation (RAG) — metode yang menambahkan data tambahan untuk meningkatkan kemampuan inferensi AI agar menghasilkan respons yang lebih akurat dan relevan. Namun, menyuplai data tambahan ini secara aman ke LLM bukanlah hal mudah, karena membutuhkan solusi konektivitas yang aman. Revolusi RAG dalam AI Perusahaan Model bahasa besar tradisional (LLM) memang sangat kuat, namun terbatas pada data pelatihannya dan tidak dapat mengakses informasi spesifik milik suatu organisasi. RAG memungkinkan LLM untuk menelusuri sumber pengetahuan eksternal saat menghasilkan jawaban, sehingga output-nya mencerminkan perpaduan antara wawasan umum dari model dan data eksklusif organisasi. Namun, dengan semakin banyak organisasi beralih ke lingkungan multicloud dan hybrid IT, data mereka tersebar di berbagai sumber. Distribusi ini membuat penerapan RAG menjadi sulit, karena organisasi harus memastikan akses aman ke seluruh sumber data yang relevan sambil tetap menjaga kinerja dan efisiensi biaya pada skala besar. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan cara agar LLM dapat terhubung secara aman ke berbagai penyimpanan data — dan inilah alasan F5, NetApp, dan Google Cloud bekerja sama menawarkan solusi terpadu. Pendekatan Terpadu untuk Akses Data F5 Distributed Cloud Services menyediakan jaringan multicloud yang aman untuk menghubungkan aplikasi dan data di seluruh cloud dan lingkungan on-premises. Dengan memanfaatkan jaringan pribadi F5 Global Network, F5 Distributed Cloud Network Connect bekerja bersama NetApp untuk memindahkan dan menyimpan data dengan cepat serta aman di tempat dan waktu yang dibutuhkan. Khusus untuk RAG, Distributed Cloud Network Connect menghubungkan penyimpanan NetApp—baik di cloud maupun di on-premises—dengan LLM, termasuk platform Vertex AI milik Google Cloud, guna mendukung inferensi yang cepat, aman, dan relevan. Solusi ini menciptakan kerangka kerja yang mulus untuk mengakses berbagai sumber data terdistribusi di lingkungan hybrid dan multicloud. Kemampuan jaringan multicloud aman dari F5 menjadi fondasi solusi ini, memungkinkan akses data yang efisien dan terlindungi di berbagai lingkungan sambil mempertahankan observabilitas dan orkestrasi terpusat. Organisasi dapat menggunakan Distributed Cloud Network Connect dengan Google Cloud NetApp Volumes, NetApp Cloud Volumes ONTAP for Google Cloud, serta sistem penyimpanan data NetApp lainnya—menyediakan konektivitas aman dan performa tinggi yang dibutuhkan untuk beban kerja AI. Platform Vertex AI milik Google Cloud melengkapi solusi ini dengan memanfaatkan akses data terpadu tersebut untuk mendukung penerapan RAG dalam pengembangan aplikasi LLM yang diperkaya konteks. Efisiensi penggunaan sumber daya dan infrastruktur AI yang aman membantu organisasi menjaga efektivitas biaya sekaligus memperluas operasi AI mereka. Keunggulan dari Solusi Bersama Ini Keamanan yang ditingkatkan: Jaringan multicloud dari F5 sudah dilengkapi fitur keamanan bawaan, termasuk web application firewall, pertahanan terhadap bot, serta perlindungan API, dengan penerapan kebijakan yang konsisten untuk melindungi data dan model AI, bahkan di lingkungan hybrid yang kompleks. Jaringan terenkripsi: Koneksi layer 3 antara model AI dan penyimpanan NetApp (baik di cloud maupun on-premises) dienkripsi untuk melindungi data sensitif saat ditransfer. Kinerja yang dioptimalkan: Dengan titik kehadiran (PoP) di seluruh dunia, F5 Global Network meminimalkan latensi dan memungkinkan pengaturan kecepatan transfer untuk memastikan responsivitas aplikasi AI. Operasional multicloud yang disederhanakan: Organisasi dapat mengelola keamanan dan jaringan dari cloud hingga edge melalui F5 Distributed Cloud Console, sementara Network Connect menangani kompleksitas jaringan multicloud secara otomatis. Rasionalisasi alat: Mengurangi jumlah alat keamanan dan jaringan yang diperlukan untuk mendukung RAG dan AI. Dengan bekerja sama, F5, NetApp, dan Google Cloud membantu pelanggan menerapkan RAG secara aman di seluruh lingkungan hybrid dan multicloud. Jalur Sederhana Menuju Produktivitas AI Organisasi dapat memanfaatkan investasi infrastruktur yang sudah ada dari F5, NetApp, dan Google Cloud untuk menciptakan solusi RAG yang aman — menjadikannya pilihan praktis bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kapabilitas AI mereka. Kolaborasi ini memungkinkan organisasi memanfaatkan data mereka untuk mendapatkan wawasan berbasis AI dengan tetap menjaga keamanan dan kontrol. Dengan menyederhanakan akses data untuk aplikasi RAG, organisasi dapat berfokus pada pemanfaatan nilai bisnis dari AI, bukan pada kerumitan pengelolaan infrastruktur. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Enam Hal Penting dari Konferensi Utama F5: AppWorld 2025
Konferensi AppWorld 2025 di Las Vegas menampilkan berbagai inovasi mutakhir dari F5 saat kami mempersiapkan pelanggan menuju masa depan yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI). Salah satu pengumuman utama kami adalah peluncuran platform konvergen pertama di industri untuk pengiriman aplikasi dan keamanan — dirancang khusus untuk infrastruktur hybrid dan multicloud di era AI. Kami juga memperkenalkan beberapa inovasi baru untuk membantu pelanggan mengatasi kompleksitas yang semakin meningkat dalam mengelola aplikasi dan API di lingkungan yang sangat terdistribusi, saling terhubung, dan serba hybrid. Selain itu, mitra kami Equinix dan NVIDIA turut naik ke panggung untuk berbagi kolaborasi yang membantu mewujudkan visi F5. Kami juga memberikan Penghargaan Inovasi Pelanggan F5 pertama kami dan merayakan Mitra Terbaik F5 Amerika Utara 2025. Konferensi ini memberikan banyak kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan mereka tentang solusi keamanan dan pengiriman aplikasi F5, serta mendapatkan insight penting untuk memajukan bisnis mereka di era AI. Bagi yang tidak sempat hadir, berikut enam hal utama yang perlu diketahui 👇 1. F5 memperkenalkan platform pengiriman dan keamanan aplikasi paling lengkap untuk era AI Dalam pidato pembukaannya, François Locoh-Donou, Presiden dan CEO F5, memperkenalkan F5 Application Delivery and Security Platform — solusi application delivery controller (ADC) pertama di industri yang sepenuhnya menggabungkan load balancing berperforma tinggi, manajemen lalu lintas, serta keamanan aplikasi dan API tingkat lanjut dalam satu platform. Platform ini dirancang untuk menangani volume data besar, pola lalu lintas kompleks, dan ancaman baru yang muncul di era AI — mewujudkan visi generasi baru ADC. Menurut riset F5, dalam tiga tahun ke depan, 80% aplikasi perusahaan akan didukung AI. Locoh-Donou menyebut platform baru ini sebagai “lompatan besar ke depan” di tengah percepatan adopsi AI. “F5 Application Delivery and Security Platform mewakili segala hal yang kami yakini harus dimiliki oleh solusi ADC 3.0. Ini adalah langkah besar dalam upaya kami untuk mempermudah pengiriman, pengamanan, dan optimalisasi aplikasi di mana pun,” ujarnya. 2. F5 memperkenalkan asisten AI ke seluruh lini produknya Di AppWorld tahun ini, F5 meluncurkan asisten AI untuk F5 NGINX One, memperkuat upaya perusahaan dalam menyederhanakan keamanan dan pengiriman aplikasi berskala besar. Asisten AI ini didukung oleh model bahasa besar (LLM) yang dilatih khusus untuk NGINX, memberikan panduan kontekstual secara real-time kepada tim yang mengelola instance NGINX. Pengguna dapat mengaksesnya langsung dari NGINX One Console untuk mendapatkan langkah-langkah penyelesaian masalah yang akurat — menghemat waktu berjam-jam dalam proses troubleshooting dan pemeliharaan rutin. Peluncuran ini melanjutkan keberhasilan asisten AI untuk F5 Distributed Cloud Services yang diperkenalkan pada Desember 2024. Lebih dari separuh pelanggan layanan tersebut kini memanfaatkannya untuk mendeteksi dan menanggulangi ancaman secara real-time, memeriksa status kinerja jaringan, dan membantu berbagai tugas kompleks lainnya. Tahun ini, F5 juga akan menghadirkan asisten AI untuk F5 BIG-IP, memberikan seluruh pelanggan kemampuan memanfaatkan AI guna menyederhanakan pengelolaan serta perlindungan aplikasi dan API mereka. 3. F5 mengungkap roadmap menuju masa depan berbasis AI Dalam sesi selanjutnya, Kunal Anand, Chief Innovation Officer F5, memaparkan roadmap produk F5 yang mencakup solusi baru untuk memperkuat F5 Application Delivery and Security Platform. Ia mengumumkan bahwa F5 AI Gateway kini telah tersedia secara umum untuk membantu pelanggan dalam mengelola dan mengamankan solusi berbasis AI mereka. AI Gateway ini berfungsi sebagai “pusat saraf AI” dalam perusahaan — menyatukan interaksi antara aplikasi, API, dan large language models (LLM) untuk mendorong adopsi AI yang lebih luas di tingkat enterprise. Selain itu, F5 juga memperkenalkan penambahan baru pada lini produk F5 VELOS, yang dirancang untuk membantu penyedia layanan dan perusahaan besar mengoptimalkan aplikasi modern berbasis AI, melindungi beban kerja, dan mengurangi downtime di berbagai lingkungan aplikasi multi-tenant. VELOS merupakan bagian dari platform baru F5 yang mengurangi kompleksitas implementasi AI berskala besar dengan menggabungkan ketersediaan, manajemen, dan keamanan dalam satu sistem. 4. F5 bekerja sama dengan perusahaan inovatif untuk mewujudkan visinya Anand juga menyoroti kolaborasi F5 dengan mitra strategis. Bersama Maryam Zand, VP of Ecosystems di Equinix, ia memperkenalkan solusi gabungan baru antara F5 Distributed Cloud Services dan F5 Distributed Cloud Customer Edge yang berjalan di atas Equinix Network Edge Platform. Solusi ini akan tersedia akhir tahun ini dan bertujuan untuk menyederhanakan penerapan aplikasi dan beban kerja yang aman di lingkungan hybrid dan multicloud. Selain itu, Kevin Deierling, SVP Networking di NVIDIA, juga naik ke panggung untuk membahas kolaborasi F5 dan NVIDIA dalam implementasi F5 BIG-IP Next untuk Kubernetes di atas NVIDIA BlueField-3 DPU. Solusi ini meningkatkan keamanan, performa, dan kemudahan integrasi bagi perusahaan dan penyedia layanan yang membangun infrastruktur AI berskala besar — bagian dari kerja sama jangka panjang antara kedua perusahaan dalam mengoptimalkan potensi penuh AI. 5. F5 memberikan Penghargaan Inovasi Pelanggan perdana kepada Xcel Energy F5 memberikan Customer Innovation Award pertamanya kepada Xcel Energy, perusahaan utilitas berbasis di Minneapolis, AS. Sebagai pelanggan F5 selama hampir satu dekade, Xcel Energy memanfaatkan F5 BIG-IP dan F5 Distributed Cloud Services untuk memperkuat keamanan di lingkungan yang tersebar luas di tengah transformasi besar industri energi. Xcel Energy secara khusus sukses menggunakan F5 Distributed Cloud Web App Scanning, layanan yang memindai permukaan serangan eksternal secara dinamis dan berkelanjutan untuk menemukan aplikasi web dan API yang terekspos. Chad Whalen, Chief Revenue Officer F5, menyerahkan penghargaan tersebut kepada Colin Barr dari Xcel Energy, dan memuji upaya inovatif perusahaan tersebut: “Xcel Energy adalah contoh luar biasa dari bagaimana pelanggan visioner dapat memperluas fungsionalitas F5 untuk memenuhi kebutuhan organisasi mereka dan menjadi pemimpin di industrinya.” 6. WorldTech IT dinobatkan sebagai Mitra Terbaik F5 Amerika Utara 2025 F5 juga memberikan penghargaan North America Partner of the Year kepada WorldTech IT, penyedia layanan profesional dan terkelola F5 terkemuka. Penghargaan ini diberikan atas komitmen luar biasa WorldTech IT terhadap inovasi dan pertumbuhan. Perusahaan tersebut telah mengembangkan Cloud.Red, platform pemantauan dan observabilitas untuk F5 BIG-IP dan F5 NGINX, serta mengalami pertumbuhan pesat dengan membantu pelanggan meningkatkan keamanan, menyederhanakan operasional, dan memaksimalkan investasi F5 mereka. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!