Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan-perusahaan global, risiko kebocoran data sensitif kini menjadi ancaman nyata yang semakin kompleks. Menanggapi tantangan tersebut, F5 memperkenalkan dua solusi keamanan inovatif bernama AI Guardrails dan F5 AI Red Team yang dirancang untuk membentengi sistem AI perusahaan secara real-time. Solusi ini menempatkan F5 sebagai vendor pertama yang menghadirkan pendekatan keamanan runtime AI secara menyeluruh. Menutup Celah Interaksi AI yang Rentan Fokus utama teknologi ini adalah menutup celah keamanan pada interaksi agen AI yang sering kali menjadi pintu masuk bagi kebocoran data dan manipulasi model. “Tata kelola perusahaan tradisional tidak mampu mengikuti laju perkembangan AI,” ujar Kunal Anand, Chief Product Officer F5, dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026). Ia menegaskan bahwa jika kebijakan keamanan tertinggal dari adopsi teknologi, kebocoran data dan perilaku model AI yang tidak terduga pasti akan terjadi. Tantangan Model AI yang “Black Box” Salah satu tantangan terbesar dalam penerapan AI di perusahaan adalah kurangnya transparansi dalam cara kerja model AI, yang sering disebut sebagai sistem black box. Tanpa pengawasan yang ketat, model seperti ini berisiko membocorkan data sensitif baik saat input maupun outputnya. Fitur Utama AI Guardrails Solusi AI Guardrails berfungsi sebagai lapisan pertahanan runtime dengan kemampuan: Mencegah Kebocoran Data – Menjaga agar data sensitif tidak keluar dari batas aman perusahaan. Mitigasi Serangan Siber – Menangkal teknik serangan modern seperti prompt injection dan jailbreak yang dirancang untuk mengecoh AI agar membocorkan informasi rahasia. Kepatuhan Regulasi – Membantu perusahaan memenuhi standar aturan global seperti GDPR dan EU AI Act melalui fungsi observability dan auditability. AI Red Team: Uji Ketahanan Sistem Selain pertahanan pasif, F5 juga memperkenalkan F5 AI Red Team, yaitu solusi pengujian keamanan ofensif yang otomatis dan disimulasikan untuk mengidentifikasi kelemahan sebelum sistem dipakai di lingkungan produksi. Red Team bekerja menggunakan basis data lebih dari 10.000 teknik serangan baru setiap bulan, sehingga setiap kerentanan yang ditemukan dapat langsung digunakan untuk memperkuat kebijakan AI Guardrails. Standar Baru untuk Industri Sensitif Solusi keamanan AI F5 saat ini telah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di daftar Fortune 500, terutama di sektor layanan keuangan dan kesehatan — dua industri yang memproses volume data sensitif sangat besar dan berada di bawah regulasi ketat. Dengan integrasi proteksi AI ini bersama dengan infrastruktur keamanan tradisional seperti API security dan Web Application Firewall (WAF), perusahaan dapat membangun ekosistem digital yang jauh lebih kuat. “Pendekatan ini memungkinkan organisasi lebih berani menghadapi risiko dan meluncurkan aplikasi serta fitur AI dengan penuh percaya diri,” tutup Kunal Anand. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Month: February 2026
F5 dan Scality Perluas Kemitraan untuk Mendukung Infrastruktur Data AI yang Aman dan Berkinerja Tinggi dalam Skala Besar
Perkembangan proyek‑proyek AI perusahaan kini bergerak dari tahap eksperimen menuju produksi nyata, sehingga infrastruktur data menjadi salah satu hambatan terbesar. Arus data yang sangat besar, lingkungan hybrid cloud, dan tuntutan keamanan yang semakin tinggi menimbulkan tantangan baru—dan banyak arsitektur lama tidak dirancang untuk itu. Latar belakang inilah yang mendorong perluasan kemitraan antara F5 dan Scality, di mana kedua perusahaan tersebut menggabungkan kemampuan F5 Application Delivery and Security Platform (ADSP) dengan penyimpanan objek S3‑compatible milik Scality untuk menciptakan arsitektur terpadu bagi beban kerja AI, analitik, dan aplikasi berbasis data dalam skala besar. Pesan utamanya jelas: AI bukan hanya soal GPU — hal terpenting adalah bagaimana data dipindahkan, dilindungi, dan disajikan secara cepat. Kenapa Penyimpanan Objek S3 Menjadi Tulang Punggung AI Perusahaan Sebagian besar pipeline pelatihan dan inference AI modern menggunakan penyimpanan objek, khususnya Amazon S3 atau sistem yang kompatibel. Para analis memperkirakan penggunaan API AI dan model generatif akan terus meningkat, dan S3 kini menjadi protokol standar dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, menskalakan akses S3 di seluruh lingkungan hybrid atau multicloud sering menimbulkan hambatan seperti: Lonjakan latency pada situs terdistribusi Titik kegagalan pada cluster penyimpanan Celah keamanan saat data berpindah (in transit) Kompleksitas dalam pengaturan lalu lintas data antar wilayah Untuk itu, solusi gabungan F5 dan Scality mengintegrasikan F5 BIG‑IP dengan Scality RING, menciptakan lingkungan S3 yang handal dan ber‑throughput tinggi yang dirancang khusus untuk aliran data berskala besar. Dalam prakteknya, F5 mengelola routing lalu lintas secara cerdas, load balancing, dan kontrol DNS di seluruh node dan situs penyimpanan — ini membantu menghilangkan bottleneck dan meningkatkan ketersediaan. Scality menyediakan penyimpanan objek dengan skala petabyte serta ketahanan enterprise‑grade melalui kemampuan self‑healing. Performa Tinggi yang Tetap Aman Beban kerja AI seperti pelatihan dan inference real‑time membutuhkan throughput yang konsisten dan latency yang dapat diprediksi. Namun, keamanan data juga tak boleh diabaikan—terutama di industri yang diatur secara ketat. Oleh sebab itu, solusi ini memanfaatkan layanan keamanan aplikasi dari F5 seperti: Web Application Firewall (WAF) Perlindungan DDoS Kontrol akses berbasis kebijakan TLS offload dan kriptografi akselerasi perangkat keras Semua itu bertujuan untuk mengamankan data S3 yang sedang transit tanpa mengorbankan kinerja. F5 mengambil alih beban enkripsi sehingga throughput tetap optimal. Scality melengkapi dengan kerangka cyber‑resiliency RING CORE5 yang menekankan durabilitas dan perlindungan data di banyak situs. Realitas Hybrid dan Multicloud Organisasi besar umumnya menjalankan AI tidak hanya pada satu lingkungan saja. Pelatihan bisa dilakukan on‑premises, inference bisa jalan di cloud publik, dan dataset yang sudah diarsipkan mungkin berada di pusat data regional. Distribusi semacam ini memunculkan tantangan operasional dan tata kelola, seperti bagaimana mengatur trafik antar situs sekaligus memenuhi aturan kepatuhan dan uptime. Dalam konteks ini, kekuatan F5 adalah dalam traffic management dan distribusi aplikasi di lingkungan kompleks, sedangkan Scality dikenal dengan penyimpanan objek yang tahan terhadap gangguan untuk skala besar. Dibandingkan penyimpanan berbasis hyperscaler seperti AWS S3, Azure Blob atau Google Cloud Storage, kombinasi F5‑Scality memberikan pilihan kepada perusahaan yang menginginkan kendali lebih ketat atas arsitektur data mereka sendiri, terutama ketika hal‑hal seperti kedaulatan data, prediktabilitas biaya, atau isolasi kinerja penting. AI Infrastructure: Medan Persaingan Baru Kemitraan yang diperluas antara F5 dan Scality menonjolkan fakta bahwa infrastruktur AI kini menjadi area persaingan baru. Walaupun vendor GPU sering mendominasi sorotan media, komponen yang lebih “tidak glamor” seperti object storage, traffic routing, atau TLS offload ternyata sering menentukan apakah inisiatif AI berjalan dengan lancar atau justru terhambat. Dengan mengintegrasikan application delivery dengan infrastruktur penyimpanan, F5 dan Scality bertujuan menyederhanakan tumpukan teknologi, sehingga perusahaan tidak perlu lagi menggabungkan load balancer, perangkat keamanan, dan cluster penyimpanan secara terpisah. Lebih Banyak Kasus Penggunaan Meski fokus utama adalah AI, arsitektur gabungan ini juga mendukung skenario perusahaan lainnya seperti: Pelatihan dan inference AI & pembelajaran mesin Perlindungan data antar banyak situs & pemulihan bencana Arsitektur penyimpanan hybrid & multicloud Penyimpanan aman jangka panjang Intinya bagi Para IT Leader Bagi pemimpin TI dan arsitek infrastruktur, kolaborasi ini menggarisbawahi beberapa tren kunci: Penyimpanan objek yang kompatibel S3 semakin menjadi fondasi infrastruktur AI. Kontrol penyampaian aplikasi dan keamanan harus berkembang seiring dengan kinerja penyimpanan. Arsitektur hybrid dan multicloud menuntut integrasi yang lebih erat di seluruh tumpukan teknologi. Jika AI hanya sekuat data yang mendukungnya, maka kemampuan untuk memindahkan data tersebut dengan cepat dan aman bisa menjadi keunggulan kompetitif yang sesungguhnya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 Mempercepat AI di Edge untuk Penyedia Layanan dengan DPU NVIDIA BlueField‑3
MOBILE WORLD CONGRESS, BARCELONA – F5 (NASDAQ: FFIV) hari ini mengumumkan bahwa F5 BIG‑IP Next Cloud‑Native Network Functions (CNF) kini dapat dijalankan pada DPU NVIDIA BlueField‑3, memperdalam kolaborasi teknologi antara kedua perusahaan. Solusi ini menghadirkan kemampuan infrastruktur jaringan F5 yang sudah terbukti — termasuk firewall edge, DNS, dan perlindungan terhadap serangan DDoS — sebagai fungsi cloud‑native ringan yang dipercepat dengan DPU NVIDIA BlueField‑3 untuk memberikan performa yang optimal dalam lingkungan Kubernetes serta mendukung kasus penggunaan AI di edge yang berkembang. Tantangan Penyedia Layanan & Solusi F5 Platform F5 Application Delivery and Security menjadi tulang punggung banyak jaringan telekomunikasi kelas Tier‑1 di seluruh dunia, termasuk jaringan 5G, seluler, dan jaringan tetap. Penyedia layanan melihat tantangan dalam mengembangkan aplikasi AI di lingkungan terdistribusi, karena infrastruktur inti jaringan yang lama seringkali tidak memiliki daya pemrosesan yang cukup untuk membuat inferensi AI bekerja secara praktis. Dengan menjalankan CNF F5 di atas DPU, fungsi‑fungsi ini kini dapat disematkan di infrastruktur edge dan far edge untuk: Mengoptimalkan sumber daya komputasi Mengurangi konsumsi energi per Gbps secara signifikan Membatasi biaya operasional secara keseluruhan Selain itu, penggunaan lingkungan edge juga memungkinkan penambahan fungsionalitas dan kemampuan AI ke layanan pelanggan, tetapi hal ini juga menambah kebutuhan keamanan, yang diatasi oleh teknologi F5 dan NVIDIA BlueField dengan manajemen lalu lintas canggih sambil meminimalkan latensi. Manfaat Penempatan di Edge Menjalankan CNF di edge memberikan beberapa keuntungan penting: ✅ Aplikasi lebih dekat dengan pengguna dan data mereka ✅ Meningkatkan sovereignty atau kedaulatan data ✅ Meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan ✅ Mengurangi biaya terkait daya listrik, ruang, dan pendinginan Kebutuhan Latensi Rendah Kemampuan latensi rendah tetap penting untuk aplikasi dan fitur AI seperti: Pengambilan keputusan instan, mendukung kendaraan otonom dan deteksi penipuan Interaksi pengguna waktu nyata, termasuk alat NLP dan pengalaman AR/VR Pemantauan dan respons berkelanjutan, yang dibutuhkan oleh perangkat kesehatan dan robotik industri Integrasi dengan Teknologi DOCA F5 juga memanfaatkan kerangka perangkat lunak NVIDIA DOCA, yang menyediakan rangkaian API, pustaka, dan alat untuk memanfaatkan kemampuan akselerasi perangkat keras pada DPU, sehingga integrasi menjadi cepat serta performa tinggi tetap terjaga. Selain itu, mempercepat CNF F5 dengan DPU BlueField‑3 juga dapat membebaskan sumber daya CPU, yang kemudian bisa dialokasikan untuk menjalankan aplikasi lainnya. Kesempatan Baru di Edge & AI‑RAN Penggunaan edge membuka peluang baru untuk penyedia layanan, seperti: Kemampuan jaringan N6‑LAN terdistribusi untuk UPF Layanan keamanan edge untuk mendukung Distributed Access Architecture (DAA) dan 5G privat Selain itu, konsep AI‑RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network) semakin berkembang, termasuk demonstrasi lingkungan produksinya oleh SoftBank bersama NVIDIA. AI‑RAN bertujuan mengubah jaringan seluler menjadi infrastruktur serbaguna yang: 📌 Memaksimalkan pemanfaatan sumber daya 📌 Menciptakan aliran pendapatan baru melalui layanan AI 📌 Meningkatkan efisiensi biaya secara keseluruhan Dengan integrasi CNF BIG‑IP Next pada DPU NVIDIA BlueField‑3, penyedia layanan dapat mempercepat implementasi AI‑RAN dengan manajemen lalu lintas yang terpusat serta perlindungan firewall dan DDoS yang lebih baik — sekaligus mendukung multi‑tenancy dan isolasi beban kerja secara native. Kutipan dari Eksekutif F5 dan NVIDIA 🔹 Ahmed Guetari, VP & GM Service Provider di F5, mengatakan bahwa pelanggan mencari cara yang hemat biaya untuk membawa keunggulan distribusi aplikasi dan keamanan ke infrastruktur AI yang berkembang. 🔹 Ash Bhalgat, Senior Director AI Networking & Security Solutions di NVIDIA, menyatakan bahwa kombinasi fungsi cloud‑native F5 yang dipercepat DPU BlueField‑3 memberikan solusi yang kuat untuk membawa AI lebih dekat ke pengguna, dengan performa, keamanan, dan efisiensi yang unggul. Ketersediaan F5 BIG‑IP Next Cloud‑Native Network Functions yang dijalankan di DPU NVIDIA BlueField‑3 diperkirakan akan tersedia secara umum mulai Juni 2025. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 Melaporkan Hasil Kuartal Pertama yang Kuat dengan Pertumbuhan Pendapatan 7%, Termasuk Pertumbuhan Produk 11%
SEATTLE, WA – F5, Inc. (NASDAQ: FFIV), pemimpin global dalam penyampaian dan pengamanan setiap aplikasi dan API, hari ini mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal pertama tahun fiskal 2026 yang berakhir 31 Desember 2025. François Locoh-Donou, Presiden dan CEO F5, mengatakan: “Pendapatan kuartal pertama kami sebesar $822 juta mencerminkan pertumbuhan 7% dari tahun ke tahun, didorong oleh pertumbuhan pendapatan produk sebesar 11%, termasuk pertumbuhan 37% dalam pendapatan sistem. Kinerja yang kuat ini menunjukkan keselarasan F5 dengan faktor-faktor permintaan pasar yang tahan lama seperti pergeseran ke arsitektur hybrid multicloud, adopsi AI di perusahaan, serta kebutuhan yang meningkat akan platform konvergen. Kuartal pertama juga menandai enam kuartal berturut-turut pertumbuhan pendapatan produk dua digit, menunjukkan nilai terus-menerus yang kami berikan kepada pelanggan.” Ringkasan Kinerja Kuartal Pertama Pendapatan total Q1 FY2026: $822 juta (naik 7% dari $766 juta pada Q1 FY2025) Pendapatan sistem: $218 juta (naik 37% dari periode tahun sebelumnya) Pendapatan software: $192 juta (turun 8% dibandingkan periode tahun sebelumnya) Pendapatan layanan global: $412 juta (naik 4%) Keuntungan dan Margin GAAP (laporan keuangan standar): Laba kotor: $671 juta (margin 81,5%) Laba dari operasi: $214 juta (margin 26,0%) Laba bersih: $180 juta, atau $3,10 per saham terdilusi Non-GAAP (penyesuaian hasil operasional inti): Laba kotor: $689 juta (margin 83,8%) Laba dari operasi: $314 juta (margin 38,2%) Laba bersih: $259 juta, atau $4,45 per saham terdilusi Prospek Bisnis (Outlook) F5 menaikkan proyeksi pendapatan untuk tahun fiskal 2026, menjadi pertumbuhan 5% hingga 6% (sebelumnya diperkirakan 0%–4%). Selain itu, perusahaan memperkirakan: Non-GAAP operating margin di kisaran 34%–35% Non-GAAP EPS (laba per saham) di kisaran $15,65–$16,05 Untuk kuartal kedua FY2026, F5 memperkirakan pendapatan antara $770 juta–$790 juta dan Non-GAAP EPS $3,34–$3,46 Informasi Lainnya F5 juga mengumumkan akan mengadakan webcast langsung pada 27 Januari 2026 untuk mengulas hasil keuangan dan prospek perusahaan, yang dapat diakses melalui halaman hubungan investor di situs resmi F5. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Membawa Cloud ke Aplikasi yang Berjalan di BIG-IP TMOS
Mengamankan dan mengelola pengiriman aplikasi di berbagai lingkungan dan pusat data adalah tantangan besar bagi perusahaan modern. Dengan 88 % organisasi yang menyatakan mereka mengoperasikan setidaknya dua lingkungan aplikasi berbeda, kebutuhan untuk menghubungkan lokasi penyebaran aplikasi semakin penting. Menjaga keamanan yang konsisten sekaligus memastikan visibilitas pada aplikasi yang tersebar di banyak lingkungan menjadi titik kesulitan yang semakin besar. Organisasi perlu mencapai konsistensi tanpa harus memindahkan atau merombak aplikasi sebelum siap. Tantangan Baru dengan Arsitektur Hybrid F5 BIG-IP adalah alat yang sangat kuat dan dipercaya oleh perusahaan terbesar di dunia untuk mengirimkan dan mengamankan aplikasi penting, baik yang publik maupun pribadi. Sebagai standar Application Delivery Controller (ADC), BIG-IP menawarkan kekuatan, fleksibilitas, dan kontrol granular untuk mendukung banyak kasus penggunaan aplikasi. Namun, kekuatan ini juga membawa tingkat kompleksitas yang tinggi. Seiring bertambahnya kasus penggunaan dan jumlah deployment BIG-IP, manajemen pengiriman aplikasi menjadi semakin rumit dan memakan waktu. Banyak pelanggan mencari cara untuk menyederhanakan kompleksitas ini dengan membawa sebagian kemudahan dan otomatisasi dari cloud ke BIG-IP — tetapi hal ini tidak selalu mudah dilakukan. Tiga Kasus Penggunaan Utama yang Paling Sering Diminta Pelanggan Membangun dan memelihara DMZ aplikasi: Strategi keamanan ini membantu organisasi menyembunyikan sumber aplikasi, tetapi biasanya membutuhkan investasi tambahan pada perangkat keras dan solusi keamanan. Seiring perluasan DMZ, biaya pemeliharaan juga meningkat. Mengelola beberapa solusi titik, deployment BIG-IP, dan lingkungan secara terpusat: Semakin banyak lokasi dan alat deployment yang digunakan, semakin sulit untuk memahami kesehatan aplikasi dan posisi keamanan hanya dari satu tampilan. Organisasi seringkali harus membuka banyak konsol untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, dan ini membuat identifikasi ancaman menjadi lebih rumit. Skalabilitas cepat untuk memenuhi permintaan: Memiliki banyak solusi perangkat keras dan titik membuat proses scaling menjadi lebih sulit. Lisensi, waktu deployment hardware, dan manajemen konfigurasi semuanya menambah kompleksitas — yang pada akhirnya meningkatkan beban pengelolaan. Menyederhanakan kompleksitas ini membutuhkan alat yang dapat menjembatani BIG-IP dengan cloud tanpa memaksa organisasi mengubah lokasi atau cara aplikasi mereka dideploy. Membawa Cloud ke BIG-IP Solusi untuk tantangan ini adalah fitur Service Discovery — sebuah kemampuan baru dalam F5 Distributed Cloud App Connect yang membawa fleksibilitas cloud ke deployment aplikasi on-premise yang berjalan di BIG-IP tanpa perlu mengubah arsitektur aplikasi yang sudah ada. Bagaimana Cara Kerjanya Mulai dengan F5 Distributed Cloud Customer Edge (CE): Ini adalah perangkat lunak yang dapat diinstal di lingkungan mana pun untuk memperluas Distributed Cloud Services ke lokasi on-premise atau private cloud. CE menjadi bagian dari jaringan global: CE dapat saling terhubung — dan juga terhubung ke F5 Global Network — membentuk underlay network yang aman serta menciptakan control plane terpadu untuk menyederhanakan kompleksitas multi lingkungan. Service Discovery menemukan aplikasi di BIG-IP: Selama CE dapat terhubung ke BIG-IP, Service Discovery akan menemukan dan memperluas aplikasi yang ada. Fitur ini kemudian membuat dan memperbarui katalog aplikasi yang berjalan pada deployment BIG-IP yang terhubung ke Distributed Cloud Services. Setelah katalog ini dibuat, pelanggan bisa mengelola aplikasi tersebut melalui Distributed Cloud App Connect tanpa harus mengubah aplikasi itu sendiri. 🚀 Manfaat Utama dari Integrasi Ini Dengan koneksi antara BIG-IP dan Distributed Cloud Services yang dibangun melalui CE, organisasi mendapatkan cara praktis untuk menyelesaikan tiga tantangan besar tadi: 1) DMZ Aplikasi Dengan mempublikasikan aplikasi ke F5 Global Network, DMZ dipindahkan ke luar — sehingga melindungi server origin tanpa mengeksposnya ke internet publik atau perlu investasi perangkat keras tambahan. F5 Global Network berfungsi seperti front door global dan melindungi aplikasi dari serangan skala besar, sekaligus mengurangi beban pemeliharaan DMZ. 2) Manajemen Terpusat Aplikasi yang terhubung ke Distributed Cloud Services dapat dikelola dan dimonitor lewat Distributed Cloud Console. Konsol ini memberikan wawasan kunci dan visibilitas atas aplikasi yang dideploy di mana pun — termasuk di BIG-IP — dengan metrik kesehatan aplikasi real-time. 3) Skalabilitas Cepat Dengan konsolidasi alat, organisasi dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk scaling — memanfaatkan cloud untuk deployment aplikasi baru sekaligus mengoptimalkan investasi on-premise yang sudah ada. Mengurangi Kompleksitas & Mengoptimalkan Pengiriman Aplikasi Layanan Service Discovery memungkinkan organisasi menggunakan BIG-IP sambil menambahkan keamanan aplikasi, visibilitas, dan skalabilitas tanpa meningkatkan kompleksitas. Arsitektur SaaS dari Distributed Cloud Services menjamin solusi ini selalu up-to-date dengan inovasi terbaru, termasuk layanan seperti API Discovery (saat ini dalam Early Access). Dengan semakin kompleksnya infrastruktur aplikasi modern, makin banyak pilihan deployment dan pengiriman aplikasi — yang ini justru meningkatkan kebutuhan untuk menyederhanakan keseluruhan proses. Dengan membawa fleksibilitas cloud dan inovasi Distributed Cloud Services ke aplikasi yang sudah mendapatkan kekuatan dari BIG-IP, organisasi kini punya cara yang lebih mudah untuk mengamankan dan mengelola pengiriman aplikasi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Amankan dan optimalkan aplikasi kontainer Anda dengan layanan aplikasi canggih dari F5
Tantangan: Mendukung Aplikasi Kontainer yang Aman & Berkinerja Tinggi Kontainer sangat menarik karena menghadirkan portabilitas, kemampuan penskalaan tinggi, dan efisiensi dalam pengembangan serta penyebaran. Namun semua keuntungan ini juga membawa risiko karena menambah titik-titik paparan baru. Layanan bawaan di platform kontainer seperti Kubernetes atau OpenShift seringkali tidak memiliki fitur keamanan dan pengelolaan lalu lintas penting seperti firewall aplikasi web atau gerbang protokol yang kuat. Akibatnya, data pelanggan bisa berisiko karena serangan seperti peretasan, bot, atau ekstraksi data. Anda memerlukan platform yang mengerti sifat dinamis dan cepat berubah dari sistem kontainer, serta mampu menambahkan layanan aplikasi yang sesuai secara otomatis berdasarkan kejadian di dalam cluster. 🔍 Apa yang Perlu Dilakukan Dalam lingkungan microservices yang sangat dinamis, Anda memerlukan solusi keamanan dan jaringan yang selaras dengan arsitektur tersebut. Layanan aplikasi yang kuat ini sebaiknya mencakup: Keamanan tingkat perusahaan (front door security) Visibilitas ujung-ke-ujung yang lengkap Integrasi langsung dengan sistem manajemen cluster tanpa memperlambat alur pengembangan 🚀 Bagaimana F5 Dapat Membantu F5 menyediakan platform layanan aplikasi canggih bernama F5 Container Ingress Services yang: ✔️ Mengintegrasikan dengan solusi manajemen kontainer Anda ✔️ Memberikan keamanan aplikasi yang lebih ketat ✔️ Mengoptimalkan kinerja aplikasi kontainer Dua Komponen Utama Platform – Platform F5 mengelola lalu lintas, melindungi aplikasi dari serangan, serta menyediakan telemetri terperinci untuk tim aplikasi dan jaringan. Ini bertindak sebagai “pintu depan” yang melindungi dan mengoptimalkan aplikasi kontainer. Orkestrasi – Bagian orkestrasi memungkinkan sistem untuk mendengarkan kejadian di dalam cluster kontainer, kemudian secara otomatis memperbarui konfigurasi layanan aplikasi berdasarkan event tersebut. Misalnya, ketika pod baru dibuat atau kluster baru muncul, Container Ingress Services (CIS) akan mendeteksi ini dan mengubah konfigurasi BIG-IP agar lalu lintas ke resource kontainer tersebut dikelola dengan benar, termasuk optimalisasi dan perlindungan. 🧰 Panduan Solusi 📌 Tantangan Platform kontainer seperti Kubernetes atau OpenShift memang mempercepat pengembangan dan penyebaran aplikasi, tetapi kerentanan pada layer aplikasi masih tetap ada, seperti: Serangan lapisan aplikasi Serangan denial-of-service (DoS) Dampak latensi jaringan Layanan aplikasi dan keamanan seperti firewall, optimisasi TCP, atau gateway protokol tetap dibutuhkan. Tapi solusi tradisional yang statis tidak cocok dengan alam dinamis dari kontainer modern yang bisa muncul dan hilang dalam hitungan menit. Solusi Anda memerlukan layanan keamanan dan optimisasi aplikasi yang kuat yang terintegrasi langsung dengan platform kontainer (misalnya Kubernetes). Integrasi ini membuat layanan dapat merespons kejadian di cluster secara otomatis dan real-time tanpa memerlukan pengetahuan mendalam dari developer. F5 menyediakan kombinasi platform BIG-IP yang unggul, jaringan kontainer yang ekstensif, serta kontainer manajemen yang terhubung langsung ke sistem manajemen kontainer sehingga perlindungan dan manajemen lalu lintas bisa berjalan terkoordinasi. Komponen Utama yang Digunakan BIG-IP Platform Platform ini adalah proxy aplikasi yang tangguh dan tersedia sebagai perangkat lunak di berbagai cloud publik dan privat, serta sebagai perangkat keras untuk kebutuhan skala besar di lingkungan on-premises. BIG-IP menyediakan fungsi untuk: Melindungi aplikasi Mengarahkan permintaan masuk Mengoptimalkan koneksi pengguna Platform ini juga mendukung sistem templating yang memungkinkan tim keamanan membuat template standar untuk digunakan tim aplikasi hanya dengan input sederhana. Container Ingress Services (CIS) Komponen CIS adalah bagian penting yang menghubungkan sistem manajemen kontainer dengan BIG-IP. CIS berjalan sebagai kontainer itu sendiri dan mendengarkan event manajemen kontainer (misalnya pembuatan pod baru), kemudian secara otomatis mengonfigurasi layanan Ingress melalui REST API BIG-IP. Telemetri dan statistik lalu lintas yang dikumpulkan oleh BIG-IP juga bisa dikirim ke alat visualisasi atau monitoring pilihan Anda untuk terus memperbaiki performa aplikasi. Kesimpulan Dengan F5 Container Ingress Services, organisasi bisa: Menggabungkan keamanan dan performa aplikasi tingkat enterprise ke dalam DevOps dan alur kontainer Membantu aplikasi kontainer merespons perubahan cluster secara otomatis Mengurangi beban pada developer dan tim platform saat menerapkan layanan aplikasi yang aman dan berkinerja tinggi Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Notifikasi Keamanan Kuartalan (Quarterly Security Notification)
Gambaran Umum: F5 Networks telah merilis notifikasi keamanan kuartalan untuk periode Februari 2026. Dokumen ini berisi ikhtisar tentang beberapa kerentanan keamanan dan security exposures yang memengaruhi produk-produk F5 beserta tautan atau referensi untuk setiap advisori keamanan yang lebih detail. Isi Utama Ringkasannya: Notifikasi ini bertindak sebagai ikhtisar bagi profesional TI dan administrator jaringan tentang masalah-masalah keamanan terbaru yang telah teridentifikasi atau diperbaiki di dalam produk F5. Quarterly Security Notification ini mencantumkan sejumlah advisory keamanan (diperkirakan ada 6 advisories) yang masing-masing merinci kerentanan tertentu, produk yang terdampak, dan informasi perbaikan/pembaruan yang tersedia. Tujuannya adalah membantu perusahaan atau organisasi dalam memahami dampak potensi ancaman dan menentukan langkah mitigasi, seperti menginstal pembaruan perangkat lunak yang relevan atau menerapkan rekomendasi keamanan. Produk yang Terlibat (berdasarkan konteks umum QSN): Produk-produk F5 seperti BIG-IP (seluruh modul), APM Clients, Advanced WAF/ASM, serta berbagai versi NGINX (termasuk Gateway Fabric, Ingress Controller, NGINX Plus/Open Source) biasanya tercakup di dalam pengumuman keamanan semacam ini jika ada kerentanan yang teridentifikasi. ⚠️ Dokumen asli lengkapnya biasanya berisi tabel atau daftar CVE, tingkat keparahan, versi yang terdampak, dan tautan KB yang relevan untuk setiap advisori (mis. K00015XXX untuk masing-masing kerentanan). Aku bisa bantu menerjemahkan setiap advisori detailnya (judul, efek, solusi) kalau kamu bisa memberikan teks lengkapnya. Catatan Konteks Tambahan Notifikasi ini adalah bagian dari kebijakan komunikasi kuartalan F5 terhadap informasi keamanan, yang dikeluarkan untuk membantu pelanggan merencanakan jadwal pemeliharaan dan pembaruan. Dokumentasi ini biasanya dirilis pada tanggal-tanggal tertentu setiap kuartal dan mencakup seluruh advisori keamanan yang relevan untuk periode tersebut. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 Mempercepat Keamanan AI dengan Perlindungan Runtime Terintegrasi untuk Enterprise AI dalam Skala Besar
JAKARTA, 2 Februari 2026 – F5 (NASDAQ: FFIV) mengumumkan ketersediaan umum F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team, dua solusi terdepan di industri yang dirancang untuk mengamankan sistem AI perusahaan yang sangat penting. Dengan peluncuran ini, F5 menjadi satu-satunya vendor yang menawarkan pendekatan keamanan runtime AI secara menyeluruh sepanjang siklus hidup AI, termasuk kemampuan yang ditingkatkan untuk menghubungkan dan melindungi agen AI dengan guardrails bawaan maupun yang dapat disesuaikan. Penawaran keamanan inovatif ini sejalan dengan kebutuhan pelanggan akan penerapan yang fleksibel, perlindungan yang tidak tergantung pada model tertentu, serta kemampuan untuk menyesuaikan dan mengadaptasi kebijakan keamanan AI secara real time. Semua ini didukung oleh keahlian mendalam F5 pada lapisan aplikasi, tempat interaksi AI terjadi. F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team sudah digunakan oleh perusahaan Fortune 500 global di berbagai industri, termasuk sektor jasa keuangan dan kesehatan yang sangat diatur. “Gubernansi tradisional di perusahaan tidak dapat mengikuti kecepatan perkembangan AI,” kata Kunal Anand, Chief Product Officer F5. “Ketika kebijakan tertinggal dari adopsi, kebocoran data dan perilaku model yang tidak terduga menjadi tak terhindarkan. Organisasi membutuhkan pertahanan yang sama dinamisnya dengan model AI itu sendiri. F5 AI Guardrails mengamankan lalu lintas secara real time, mengubah kotak hitam menjadi sistem yang transparan, sementara F5 AI Red Team secara proaktif menemukan kerentanan sebelum mencapai produksi. Pendekatan ini memungkinkan organisasi menghadapi risiko dengan lebih percaya diri dan mulai mengirimkan aplikasi serta fitur dengan kepercayaan.” Seiring perusahaan mempercepat adopsi AI untuk pengalaman pelanggan, alur kerja internal, dan keputusan yang sangat penting, lanskap risiko terus berubah. Organisasi kini menghadapi bukan hanya serangan eksternal, tetapi juga manipulasi model, kebocoran data, interaksi pengguna yang tidak terduga, serta meningkatnya persyaratan kepatuhan regulasi. Dengan menggabungkan F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team dengan perlindungan infrastruktur tradisional—seperti keamanan API, firewall aplikasi web, dan perlindungan DDoS—perusahaan dapat mengamankan baik sistem AI maupun aplikasi yang sudah ada. Pendekatan terintegrasi ini meningkatkan visibilitas dan konsistensi kebijakan tanpa bergantung pada solusi yang terpisah-pisah. Berdasarkan keahlian F5 dalam keamanan lapisan aplikasi dan Platform Pengiriman dan Keamanan Aplikasi yang lebih luas, solusi keamanan runtime AI ini memperluas kepemimpinan F5 dalam melindungi aplikasi modern dan API di era AI. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Biaya Tersembunyi dari Infrastruktur AI yang Tidak Dikelola
Tim infrastruktur AI kini sedang melakukan salah satu investasi teknologi terbesar dalam sejarah organisasi mereka. Beberapa sudah memiliki cluster GPU yang aktif di produksi, sementara yang lain sedang mempersiapkan untuk mengaktifkannya. Dalam kedua kasus, tantangannya sama: setelah infrastruktur AI diterapkan, ketidakstabilan, ketidakefisienan, dan kurangnya kontrol trafik dengan cepat berubah menjadi hilangnya nilai dan risiko operasional. Ketika sesuatu tidak berjalan semestinya, dampaknya langsung terasa: layanan menjadi lambat, kapasitas menurun, dan tim harus tergesa-gesa memulihkan sistem yang sebelumnya berjalan dengan baik. Bahkan lingkungan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan tetap terpapar risiko. Ketidakstabilan awal, konfigurasi yang salah, atau pola trafik yang tidak merata dapat merusak kepercayaan terhadap platform yang diharapkan mendukung pertumbuhan di masa depan. “F5 BIG-IP Next for Kubernetes melihat inferensi AI sebagai masalah sistem. Jaringan, load balancing, dan keamanan digabungkan ke dalam satu data plane yang menyesuaikan diri dengan kondisi real-time. Ini memungkinkan platform inferensi untuk tumbuh tanpa mengorbankan stabilitas seiring meningkatnya permintaan.” GPU Bukan Masalahnya — Ketidakstabilanlah yang Menyebabkan Kerugian Banyak organisasi mendapati bahwa mendorong GPU lebih keras bukan selalu solusi. Trafik yang tidak dikelola, beban yang tidak merata, dan lonjakan permintaan tiba-tiba bisa membuat GPU berada dalam kondisi operasi yang tidak stabil ketika pemakaian naik. Pemulihan dari kondisi ini jarang instan. Kapasitas bisa tidak tersedia dalam waktu yang lama, dan tekanan berulang dapat meningkatkan risiko operasional dari waktu ke waktu. Ketika investasi GPU mencapai puluhan juta dolar, kejadian seperti ini bukan sekadar gangguan teknis, tetapi masalah bisnis nyata. Token sebagai Ukuran Efisiensi — tapi Bukan Akar Masalahnya Dalam pembicaraan tentang efisiensi AI, sering dibahas tentang token. Secara sederhana, token adalah unit teks yang diproses atau dihasilkan oleh model AI — bisa berupa bagian dari kata, seluruh kata, atau tanda baca. Ketika pengguna mengirimkan prompt dan AI menghasilkan jawaban, jumlah token yang dihasilkan per detik menjadi ukuran langsung dari seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan oleh platform AI. Makin banyak token per detik berarti makin banyak pengguna dilayani, respons lebih cepat, dan potensi pendapatan lebih tinggi dari investasi GPU yang sama. Itulah sebabnya token sering digunakan sebagai ukuran efisiensi AI di tingkat eksekutif. Namun yang penting dipahami adalah: token bukanlah akar masalahnya — token adalah hasil dari kesehatan infrastruktur itu sendiri. Perilaku Trafik Inferensi Berbeda dari Aplikasi Biasa Trafik inferensi AI bersifat panjang (long-lived), tidak terduga (bursty), dan sangat bervariasi dalam penggunaan waktu GPU dibandingkan trafik aplikasi tradisional. Ketika trafik didistribusikan secara teoritis merata tetapi secara nyata tidak merata, GPU bisa berayun antara keadaan idle dan overloaded. Ketidakseimbangan seperti ini tanpa kontrol yang tepat menyebabkan antrian bertambah, latency meningkat, dan permintaan ulang (retry) justru menambah beban, bukan meringankan. Di lingkungan produksi, pemulihan dari kondisi ini biasanya tidak sesederhana me-restart proses. Proses pemulihan sering melibatkan driver reload, fabric initialization, dan warmup — semua ini membuat kapasitas inferensi tidak tersedia dalam jangka waktu yang berarti. Efisiensi Berkepanjangan adalah Masalah Infrastruktur Pengujian pada kondisi nyata menunjukkan bahwa puncak performa (peak benchmark) bukanlah indikator terbaik untuk kinerja produksi. Yang jauh lebih penting adalah perilaku yang konsisten dan terprediksi di bawah beban nyata. Platform inferensi produksi berhasil atau gagal berdasarkan kemampuan untuk: Menangani permintaan yang tidak merata tanpa menciptakan hot spot Mempertahankan latency yang konsisten saat volume trafik berubah Memberikan throughput yang stabil waktu demi waktu, bukan hanya pada sesi benchmark singkat Dalam pengujian, F5 BIG-IP Next for Kubernetes dengan percepatan oleh NVIDIA BlueField DPUs menunjukkan bagaimana perilaku infrastruktur secara langsung membentuk efisiensi inferensi. Dengan membuat keputusan trafik berdasarkan telemetry real-time dari CPU, GPU, host, dan jaringan, platform ini memberikan peningkatan nyata dibandingkan pendekatan data plane tradisional. Manfaat Manajemen Trafik Cerdas Manajemen trafik yang cerdas memungkinkan peningkatan throughput token dengan mencegah ketidakstabilan sebelum terjadi — bukan bereaksi setelahnya. Untuk organisasi yang menjalankan AI pada skala besar, ini berarti: Menghindari downtime yang tidak perlu Melindungi umur GPU yang mahal Menghemat jutaan dolar yang seharusnya hilang karena inefisiensi dan pemulihan sistem Melindungi Investasi GPU melalui Stabilitas Salah satu hasil paling menarik dari manajemen trafik yang cerdas adalah kontrol. Mencegah kondisi overload mengurangi kemungkinan pemulihan yang panjang dan menurunkan beban operasional yang terkait dengan respons insiden. Lebih penting lagi, stabilitas melindungi investasi modal. Cluster AI modern sering bernilai jutaan dolar. Ketidakefisienan kecil atau kejadian pemulihan berulang dapat berkali-kali lipat merugikan saat ratusan GPU dijalankan terus-menerus. Dengan mencegah kondisi seperti itu: Trafik yang tidak merata teratasi Peristiwa saturation dikurangi Kapasitas tetap tersedia untuk produksi Upaya operasional menurun Membangun Platform AI yang Tahan Lama Ketika AI menjadi bagian dari infrastruktur inti, kriteria sukses mulai mirip seperti sistem penting lainnya: keandalan, keterdugaan, dan kontrol biaya sama pentingnya dengan performa mentah. F5 BIG-IP Next for Kubernetes mendekati inferensi AI sebagai masalah sistem — menyatukan networking, load balancing, dan keamanan dalam satu data plane adaptif. Ini memungkinkan platform inferensi untuk menangani pertumbuhan permintaan tanpa mengorbankan stabilitas, sehingga AI dapat menjadi fondasi yang andal bagi produksi. Kesimpulan: Ongkos tersembunyi dari infrastruktur AI yang tidak dikelola bukan terletak pada modelnya, tetapi pada ketidakstabilan dan manajemen trafik yang buruk. Dengan solusi yang tepat, organisasi dapat meningkatkan throughput token, menjaga stabilitas sistem, dan melindungi investasi GPU bernilai jutaan dolar. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 meluncurkan pembaruan besar dengan perluasan keamanan dan penemuan API
Penyedia layanan application delivery dan keamanan, F5, telah memperkenalkan pembaruan besar pada platformnya, yakni versi 7.0 dari F5 Distributed Cloud Services, yang secara signifikan memperluas kemampuan penemuan API (API discovery), deteksi ancaman, dan alat jaringan untuk lingkungan hybrid dan multi-cloud. Rilis ini difokuskan untuk memberikan visibilitas dan kontrol terpadu atas API, yang menurut perusahaan kini menjadi inti dari arsitektur perusahaan besar. Pembaruan ini memperluas kemampuan penemuan API tidak hanya untuk gateway internal seperti BIG-IP dan NGINX, tetapi juga gateway pihak ketiga seperti Kong dan Apigee. Kunal Anand, Chief Product Officer F5, menyatakan bahwa tujuan dari pembaruan ini adalah untuk “mengurangi kompleksitas”, memberikan tim kendali atas pertahanan bot, operasi cloud-native, dan konektivitas dalam satu platform terpadu. Fitur keamanan baru meningkatkan kemampuan deteksi ancaman yang diuraikan dalam daftar OWASP API Top 10, dengan perhatian khusus pada kerentanan terkait kekeliruan otorisasi (authorization flaws). Sementara itu, pembaruan pada pertahanan bot memberikan kontrol kebijakan yang lebih rinci dan alat investigasi yang ditingkatkan. Untuk kebutuhan operasi dan jaringan, pembaruan ini juga menambahkan penemuan layanan modern untuk Kubernetes, akses berbasis peran yang ditingkatkan (role-based access), serta fitur jaringan yang lebih luas, termasuk terowongan aman otomatis (automated secure tunnels) dan kontrol routing BGP. Dengan semua ini, Distributed Cloud Services diposisikan sebagai komponen sentral yang semakin penting dalam strategi keamanan dan delivery F5 secara keseluruhan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!