SEATTLE, WA – F5, Inc. (NASDAQ: FFIV), pemimpin global dalam penyampaian dan pengamanan setiap aplikasi dan API, hari ini mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal pertama tahun fiskal 2026 yang berakhir 31 Desember 2025. François Locoh-Donou, Presiden dan CEO F5, mengatakan: “Pendapatan kuartal pertama kami sebesar $822 juta mencerminkan pertumbuhan 7% dari tahun ke tahun, didorong oleh pertumbuhan pendapatan produk sebesar 11%, termasuk pertumbuhan 37% dalam pendapatan sistem. Kinerja yang kuat ini menunjukkan keselarasan F5 dengan faktor-faktor permintaan pasar yang tahan lama seperti pergeseran ke arsitektur hybrid multicloud, adopsi AI di perusahaan, serta kebutuhan yang meningkat akan platform konvergen. Kuartal pertama juga menandai enam kuartal berturut-turut pertumbuhan pendapatan produk dua digit, menunjukkan nilai terus-menerus yang kami berikan kepada pelanggan.” Ringkasan Kinerja Kuartal Pertama Pendapatan total Q1 FY2026: $822 juta (naik 7% dari $766 juta pada Q1 FY2025) Pendapatan sistem: $218 juta (naik 37% dari periode tahun sebelumnya) Pendapatan software: $192 juta (turun 8% dibandingkan periode tahun sebelumnya) Pendapatan layanan global: $412 juta (naik 4%) Keuntungan dan Margin GAAP (laporan keuangan standar): Laba kotor: $671 juta (margin 81,5%) Laba dari operasi: $214 juta (margin 26,0%) Laba bersih: $180 juta, atau $3,10 per saham terdilusi Non-GAAP (penyesuaian hasil operasional inti): Laba kotor: $689 juta (margin 83,8%) Laba dari operasi: $314 juta (margin 38,2%) Laba bersih: $259 juta, atau $4,45 per saham terdilusi Prospek Bisnis (Outlook) F5 menaikkan proyeksi pendapatan untuk tahun fiskal 2026, menjadi pertumbuhan 5% hingga 6% (sebelumnya diperkirakan 0%–4%). Selain itu, perusahaan memperkirakan: Non-GAAP operating margin di kisaran 34%–35% Non-GAAP EPS (laba per saham) di kisaran $15,65–$16,05 Untuk kuartal kedua FY2026, F5 memperkirakan pendapatan antara $770 juta–$790 juta dan Non-GAAP EPS $3,34–$3,46 Informasi Lainnya F5 juga mengumumkan akan mengadakan webcast langsung pada 27 Januari 2026 untuk mengulas hasil keuangan dan prospek perusahaan, yang dapat diakses melalui halaman hubungan investor di situs resmi F5. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Author: hadi s
Membawa Cloud ke Aplikasi yang Berjalan di BIG-IP TMOS
Mengamankan dan mengelola pengiriman aplikasi di berbagai lingkungan dan pusat data adalah tantangan besar bagi perusahaan modern. Dengan 88 % organisasi yang menyatakan mereka mengoperasikan setidaknya dua lingkungan aplikasi berbeda, kebutuhan untuk menghubungkan lokasi penyebaran aplikasi semakin penting. Menjaga keamanan yang konsisten sekaligus memastikan visibilitas pada aplikasi yang tersebar di banyak lingkungan menjadi titik kesulitan yang semakin besar. Organisasi perlu mencapai konsistensi tanpa harus memindahkan atau merombak aplikasi sebelum siap. Tantangan Baru dengan Arsitektur Hybrid F5 BIG-IP adalah alat yang sangat kuat dan dipercaya oleh perusahaan terbesar di dunia untuk mengirimkan dan mengamankan aplikasi penting, baik yang publik maupun pribadi. Sebagai standar Application Delivery Controller (ADC), BIG-IP menawarkan kekuatan, fleksibilitas, dan kontrol granular untuk mendukung banyak kasus penggunaan aplikasi. Namun, kekuatan ini juga membawa tingkat kompleksitas yang tinggi. Seiring bertambahnya kasus penggunaan dan jumlah deployment BIG-IP, manajemen pengiriman aplikasi menjadi semakin rumit dan memakan waktu. Banyak pelanggan mencari cara untuk menyederhanakan kompleksitas ini dengan membawa sebagian kemudahan dan otomatisasi dari cloud ke BIG-IP — tetapi hal ini tidak selalu mudah dilakukan. Tiga Kasus Penggunaan Utama yang Paling Sering Diminta Pelanggan Membangun dan memelihara DMZ aplikasi: Strategi keamanan ini membantu organisasi menyembunyikan sumber aplikasi, tetapi biasanya membutuhkan investasi tambahan pada perangkat keras dan solusi keamanan. Seiring perluasan DMZ, biaya pemeliharaan juga meningkat. Mengelola beberapa solusi titik, deployment BIG-IP, dan lingkungan secara terpusat: Semakin banyak lokasi dan alat deployment yang digunakan, semakin sulit untuk memahami kesehatan aplikasi dan posisi keamanan hanya dari satu tampilan. Organisasi seringkali harus membuka banyak konsol untuk mendapatkan gambaran menyeluruh, dan ini membuat identifikasi ancaman menjadi lebih rumit. Skalabilitas cepat untuk memenuhi permintaan: Memiliki banyak solusi perangkat keras dan titik membuat proses scaling menjadi lebih sulit. Lisensi, waktu deployment hardware, dan manajemen konfigurasi semuanya menambah kompleksitas — yang pada akhirnya meningkatkan beban pengelolaan. Menyederhanakan kompleksitas ini membutuhkan alat yang dapat menjembatani BIG-IP dengan cloud tanpa memaksa organisasi mengubah lokasi atau cara aplikasi mereka dideploy. Membawa Cloud ke BIG-IP Solusi untuk tantangan ini adalah fitur Service Discovery — sebuah kemampuan baru dalam F5 Distributed Cloud App Connect yang membawa fleksibilitas cloud ke deployment aplikasi on-premise yang berjalan di BIG-IP tanpa perlu mengubah arsitektur aplikasi yang sudah ada. Bagaimana Cara Kerjanya Mulai dengan F5 Distributed Cloud Customer Edge (CE): Ini adalah perangkat lunak yang dapat diinstal di lingkungan mana pun untuk memperluas Distributed Cloud Services ke lokasi on-premise atau private cloud. CE menjadi bagian dari jaringan global: CE dapat saling terhubung — dan juga terhubung ke F5 Global Network — membentuk underlay network yang aman serta menciptakan control plane terpadu untuk menyederhanakan kompleksitas multi lingkungan. Service Discovery menemukan aplikasi di BIG-IP: Selama CE dapat terhubung ke BIG-IP, Service Discovery akan menemukan dan memperluas aplikasi yang ada. Fitur ini kemudian membuat dan memperbarui katalog aplikasi yang berjalan pada deployment BIG-IP yang terhubung ke Distributed Cloud Services. Setelah katalog ini dibuat, pelanggan bisa mengelola aplikasi tersebut melalui Distributed Cloud App Connect tanpa harus mengubah aplikasi itu sendiri. 🚀 Manfaat Utama dari Integrasi Ini Dengan koneksi antara BIG-IP dan Distributed Cloud Services yang dibangun melalui CE, organisasi mendapatkan cara praktis untuk menyelesaikan tiga tantangan besar tadi: 1) DMZ Aplikasi Dengan mempublikasikan aplikasi ke F5 Global Network, DMZ dipindahkan ke luar — sehingga melindungi server origin tanpa mengeksposnya ke internet publik atau perlu investasi perangkat keras tambahan. F5 Global Network berfungsi seperti front door global dan melindungi aplikasi dari serangan skala besar, sekaligus mengurangi beban pemeliharaan DMZ. 2) Manajemen Terpusat Aplikasi yang terhubung ke Distributed Cloud Services dapat dikelola dan dimonitor lewat Distributed Cloud Console. Konsol ini memberikan wawasan kunci dan visibilitas atas aplikasi yang dideploy di mana pun — termasuk di BIG-IP — dengan metrik kesehatan aplikasi real-time. 3) Skalabilitas Cepat Dengan konsolidasi alat, organisasi dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk scaling — memanfaatkan cloud untuk deployment aplikasi baru sekaligus mengoptimalkan investasi on-premise yang sudah ada. Mengurangi Kompleksitas & Mengoptimalkan Pengiriman Aplikasi Layanan Service Discovery memungkinkan organisasi menggunakan BIG-IP sambil menambahkan keamanan aplikasi, visibilitas, dan skalabilitas tanpa meningkatkan kompleksitas. Arsitektur SaaS dari Distributed Cloud Services menjamin solusi ini selalu up-to-date dengan inovasi terbaru, termasuk layanan seperti API Discovery (saat ini dalam Early Access). Dengan semakin kompleksnya infrastruktur aplikasi modern, makin banyak pilihan deployment dan pengiriman aplikasi — yang ini justru meningkatkan kebutuhan untuk menyederhanakan keseluruhan proses. Dengan membawa fleksibilitas cloud dan inovasi Distributed Cloud Services ke aplikasi yang sudah mendapatkan kekuatan dari BIG-IP, organisasi kini punya cara yang lebih mudah untuk mengamankan dan mengelola pengiriman aplikasi. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Amankan dan optimalkan aplikasi kontainer Anda dengan layanan aplikasi canggih dari F5
Tantangan: Mendukung Aplikasi Kontainer yang Aman & Berkinerja Tinggi Kontainer sangat menarik karena menghadirkan portabilitas, kemampuan penskalaan tinggi, dan efisiensi dalam pengembangan serta penyebaran. Namun semua keuntungan ini juga membawa risiko karena menambah titik-titik paparan baru. Layanan bawaan di platform kontainer seperti Kubernetes atau OpenShift seringkali tidak memiliki fitur keamanan dan pengelolaan lalu lintas penting seperti firewall aplikasi web atau gerbang protokol yang kuat. Akibatnya, data pelanggan bisa berisiko karena serangan seperti peretasan, bot, atau ekstraksi data. Anda memerlukan platform yang mengerti sifat dinamis dan cepat berubah dari sistem kontainer, serta mampu menambahkan layanan aplikasi yang sesuai secara otomatis berdasarkan kejadian di dalam cluster. 🔍 Apa yang Perlu Dilakukan Dalam lingkungan microservices yang sangat dinamis, Anda memerlukan solusi keamanan dan jaringan yang selaras dengan arsitektur tersebut. Layanan aplikasi yang kuat ini sebaiknya mencakup: Keamanan tingkat perusahaan (front door security) Visibilitas ujung-ke-ujung yang lengkap Integrasi langsung dengan sistem manajemen cluster tanpa memperlambat alur pengembangan 🚀 Bagaimana F5 Dapat Membantu F5 menyediakan platform layanan aplikasi canggih bernama F5 Container Ingress Services yang: ✔️ Mengintegrasikan dengan solusi manajemen kontainer Anda ✔️ Memberikan keamanan aplikasi yang lebih ketat ✔️ Mengoptimalkan kinerja aplikasi kontainer Dua Komponen Utama Platform – Platform F5 mengelola lalu lintas, melindungi aplikasi dari serangan, serta menyediakan telemetri terperinci untuk tim aplikasi dan jaringan. Ini bertindak sebagai “pintu depan” yang melindungi dan mengoptimalkan aplikasi kontainer. Orkestrasi – Bagian orkestrasi memungkinkan sistem untuk mendengarkan kejadian di dalam cluster kontainer, kemudian secara otomatis memperbarui konfigurasi layanan aplikasi berdasarkan event tersebut. Misalnya, ketika pod baru dibuat atau kluster baru muncul, Container Ingress Services (CIS) akan mendeteksi ini dan mengubah konfigurasi BIG-IP agar lalu lintas ke resource kontainer tersebut dikelola dengan benar, termasuk optimalisasi dan perlindungan. 🧰 Panduan Solusi 📌 Tantangan Platform kontainer seperti Kubernetes atau OpenShift memang mempercepat pengembangan dan penyebaran aplikasi, tetapi kerentanan pada layer aplikasi masih tetap ada, seperti: Serangan lapisan aplikasi Serangan denial-of-service (DoS) Dampak latensi jaringan Layanan aplikasi dan keamanan seperti firewall, optimisasi TCP, atau gateway protokol tetap dibutuhkan. Tapi solusi tradisional yang statis tidak cocok dengan alam dinamis dari kontainer modern yang bisa muncul dan hilang dalam hitungan menit. Solusi Anda memerlukan layanan keamanan dan optimisasi aplikasi yang kuat yang terintegrasi langsung dengan platform kontainer (misalnya Kubernetes). Integrasi ini membuat layanan dapat merespons kejadian di cluster secara otomatis dan real-time tanpa memerlukan pengetahuan mendalam dari developer. F5 menyediakan kombinasi platform BIG-IP yang unggul, jaringan kontainer yang ekstensif, serta kontainer manajemen yang terhubung langsung ke sistem manajemen kontainer sehingga perlindungan dan manajemen lalu lintas bisa berjalan terkoordinasi. Komponen Utama yang Digunakan BIG-IP Platform Platform ini adalah proxy aplikasi yang tangguh dan tersedia sebagai perangkat lunak di berbagai cloud publik dan privat, serta sebagai perangkat keras untuk kebutuhan skala besar di lingkungan on-premises. BIG-IP menyediakan fungsi untuk: Melindungi aplikasi Mengarahkan permintaan masuk Mengoptimalkan koneksi pengguna Platform ini juga mendukung sistem templating yang memungkinkan tim keamanan membuat template standar untuk digunakan tim aplikasi hanya dengan input sederhana. Container Ingress Services (CIS) Komponen CIS adalah bagian penting yang menghubungkan sistem manajemen kontainer dengan BIG-IP. CIS berjalan sebagai kontainer itu sendiri dan mendengarkan event manajemen kontainer (misalnya pembuatan pod baru), kemudian secara otomatis mengonfigurasi layanan Ingress melalui REST API BIG-IP. Telemetri dan statistik lalu lintas yang dikumpulkan oleh BIG-IP juga bisa dikirim ke alat visualisasi atau monitoring pilihan Anda untuk terus memperbaiki performa aplikasi. Kesimpulan Dengan F5 Container Ingress Services, organisasi bisa: Menggabungkan keamanan dan performa aplikasi tingkat enterprise ke dalam DevOps dan alur kontainer Membantu aplikasi kontainer merespons perubahan cluster secara otomatis Mengurangi beban pada developer dan tim platform saat menerapkan layanan aplikasi yang aman dan berkinerja tinggi Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Notifikasi Keamanan Kuartalan (Quarterly Security Notification)
Gambaran Umum: F5 Networks telah merilis notifikasi keamanan kuartalan untuk periode Februari 2026. Dokumen ini berisi ikhtisar tentang beberapa kerentanan keamanan dan security exposures yang memengaruhi produk-produk F5 beserta tautan atau referensi untuk setiap advisori keamanan yang lebih detail. Isi Utama Ringkasannya: Notifikasi ini bertindak sebagai ikhtisar bagi profesional TI dan administrator jaringan tentang masalah-masalah keamanan terbaru yang telah teridentifikasi atau diperbaiki di dalam produk F5. Quarterly Security Notification ini mencantumkan sejumlah advisory keamanan (diperkirakan ada 6 advisories) yang masing-masing merinci kerentanan tertentu, produk yang terdampak, dan informasi perbaikan/pembaruan yang tersedia. Tujuannya adalah membantu perusahaan atau organisasi dalam memahami dampak potensi ancaman dan menentukan langkah mitigasi, seperti menginstal pembaruan perangkat lunak yang relevan atau menerapkan rekomendasi keamanan. Produk yang Terlibat (berdasarkan konteks umum QSN): Produk-produk F5 seperti BIG-IP (seluruh modul), APM Clients, Advanced WAF/ASM, serta berbagai versi NGINX (termasuk Gateway Fabric, Ingress Controller, NGINX Plus/Open Source) biasanya tercakup di dalam pengumuman keamanan semacam ini jika ada kerentanan yang teridentifikasi. ⚠️ Dokumen asli lengkapnya biasanya berisi tabel atau daftar CVE, tingkat keparahan, versi yang terdampak, dan tautan KB yang relevan untuk setiap advisori (mis. K00015XXX untuk masing-masing kerentanan). Aku bisa bantu menerjemahkan setiap advisori detailnya (judul, efek, solusi) kalau kamu bisa memberikan teks lengkapnya. Catatan Konteks Tambahan Notifikasi ini adalah bagian dari kebijakan komunikasi kuartalan F5 terhadap informasi keamanan, yang dikeluarkan untuk membantu pelanggan merencanakan jadwal pemeliharaan dan pembaruan. Dokumentasi ini biasanya dirilis pada tanggal-tanggal tertentu setiap kuartal dan mencakup seluruh advisori keamanan yang relevan untuk periode tersebut. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 Mempercepat Keamanan AI dengan Perlindungan Runtime Terintegrasi untuk Enterprise AI dalam Skala Besar
JAKARTA, 2 Februari 2026 – F5 (NASDAQ: FFIV) mengumumkan ketersediaan umum F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team, dua solusi terdepan di industri yang dirancang untuk mengamankan sistem AI perusahaan yang sangat penting. Dengan peluncuran ini, F5 menjadi satu-satunya vendor yang menawarkan pendekatan keamanan runtime AI secara menyeluruh sepanjang siklus hidup AI, termasuk kemampuan yang ditingkatkan untuk menghubungkan dan melindungi agen AI dengan guardrails bawaan maupun yang dapat disesuaikan. Penawaran keamanan inovatif ini sejalan dengan kebutuhan pelanggan akan penerapan yang fleksibel, perlindungan yang tidak tergantung pada model tertentu, serta kemampuan untuk menyesuaikan dan mengadaptasi kebijakan keamanan AI secara real time. Semua ini didukung oleh keahlian mendalam F5 pada lapisan aplikasi, tempat interaksi AI terjadi. F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team sudah digunakan oleh perusahaan Fortune 500 global di berbagai industri, termasuk sektor jasa keuangan dan kesehatan yang sangat diatur. “Gubernansi tradisional di perusahaan tidak dapat mengikuti kecepatan perkembangan AI,” kata Kunal Anand, Chief Product Officer F5. “Ketika kebijakan tertinggal dari adopsi, kebocoran data dan perilaku model yang tidak terduga menjadi tak terhindarkan. Organisasi membutuhkan pertahanan yang sama dinamisnya dengan model AI itu sendiri. F5 AI Guardrails mengamankan lalu lintas secara real time, mengubah kotak hitam menjadi sistem yang transparan, sementara F5 AI Red Team secara proaktif menemukan kerentanan sebelum mencapai produksi. Pendekatan ini memungkinkan organisasi menghadapi risiko dengan lebih percaya diri dan mulai mengirimkan aplikasi serta fitur dengan kepercayaan.” Seiring perusahaan mempercepat adopsi AI untuk pengalaman pelanggan, alur kerja internal, dan keputusan yang sangat penting, lanskap risiko terus berubah. Organisasi kini menghadapi bukan hanya serangan eksternal, tetapi juga manipulasi model, kebocoran data, interaksi pengguna yang tidak terduga, serta meningkatnya persyaratan kepatuhan regulasi. Dengan menggabungkan F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team dengan perlindungan infrastruktur tradisional—seperti keamanan API, firewall aplikasi web, dan perlindungan DDoS—perusahaan dapat mengamankan baik sistem AI maupun aplikasi yang sudah ada. Pendekatan terintegrasi ini meningkatkan visibilitas dan konsistensi kebijakan tanpa bergantung pada solusi yang terpisah-pisah. Berdasarkan keahlian F5 dalam keamanan lapisan aplikasi dan Platform Pengiriman dan Keamanan Aplikasi yang lebih luas, solusi keamanan runtime AI ini memperluas kepemimpinan F5 dalam melindungi aplikasi modern dan API di era AI. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi f5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Biaya Tersembunyi dari Infrastruktur AI yang Tidak Dikelola
Tim infrastruktur AI kini sedang melakukan salah satu investasi teknologi terbesar dalam sejarah organisasi mereka. Beberapa sudah memiliki cluster GPU yang aktif di produksi, sementara yang lain sedang mempersiapkan untuk mengaktifkannya. Dalam kedua kasus, tantangannya sama: setelah infrastruktur AI diterapkan, ketidakstabilan, ketidakefisienan, dan kurangnya kontrol trafik dengan cepat berubah menjadi hilangnya nilai dan risiko operasional. Ketika sesuatu tidak berjalan semestinya, dampaknya langsung terasa: layanan menjadi lambat, kapasitas menurun, dan tim harus tergesa-gesa memulihkan sistem yang sebelumnya berjalan dengan baik. Bahkan lingkungan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan tetap terpapar risiko. Ketidakstabilan awal, konfigurasi yang salah, atau pola trafik yang tidak merata dapat merusak kepercayaan terhadap platform yang diharapkan mendukung pertumbuhan di masa depan. “F5 BIG-IP Next for Kubernetes melihat inferensi AI sebagai masalah sistem. Jaringan, load balancing, dan keamanan digabungkan ke dalam satu data plane yang menyesuaikan diri dengan kondisi real-time. Ini memungkinkan platform inferensi untuk tumbuh tanpa mengorbankan stabilitas seiring meningkatnya permintaan.” GPU Bukan Masalahnya — Ketidakstabilanlah yang Menyebabkan Kerugian Banyak organisasi mendapati bahwa mendorong GPU lebih keras bukan selalu solusi. Trafik yang tidak dikelola, beban yang tidak merata, dan lonjakan permintaan tiba-tiba bisa membuat GPU berada dalam kondisi operasi yang tidak stabil ketika pemakaian naik. Pemulihan dari kondisi ini jarang instan. Kapasitas bisa tidak tersedia dalam waktu yang lama, dan tekanan berulang dapat meningkatkan risiko operasional dari waktu ke waktu. Ketika investasi GPU mencapai puluhan juta dolar, kejadian seperti ini bukan sekadar gangguan teknis, tetapi masalah bisnis nyata. Token sebagai Ukuran Efisiensi — tapi Bukan Akar Masalahnya Dalam pembicaraan tentang efisiensi AI, sering dibahas tentang token. Secara sederhana, token adalah unit teks yang diproses atau dihasilkan oleh model AI — bisa berupa bagian dari kata, seluruh kata, atau tanda baca. Ketika pengguna mengirimkan prompt dan AI menghasilkan jawaban, jumlah token yang dihasilkan per detik menjadi ukuran langsung dari seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan oleh platform AI. Makin banyak token per detik berarti makin banyak pengguna dilayani, respons lebih cepat, dan potensi pendapatan lebih tinggi dari investasi GPU yang sama. Itulah sebabnya token sering digunakan sebagai ukuran efisiensi AI di tingkat eksekutif. Namun yang penting dipahami adalah: token bukanlah akar masalahnya — token adalah hasil dari kesehatan infrastruktur itu sendiri. Perilaku Trafik Inferensi Berbeda dari Aplikasi Biasa Trafik inferensi AI bersifat panjang (long-lived), tidak terduga (bursty), dan sangat bervariasi dalam penggunaan waktu GPU dibandingkan trafik aplikasi tradisional. Ketika trafik didistribusikan secara teoritis merata tetapi secara nyata tidak merata, GPU bisa berayun antara keadaan idle dan overloaded. Ketidakseimbangan seperti ini tanpa kontrol yang tepat menyebabkan antrian bertambah, latency meningkat, dan permintaan ulang (retry) justru menambah beban, bukan meringankan. Di lingkungan produksi, pemulihan dari kondisi ini biasanya tidak sesederhana me-restart proses. Proses pemulihan sering melibatkan driver reload, fabric initialization, dan warmup — semua ini membuat kapasitas inferensi tidak tersedia dalam jangka waktu yang berarti. Efisiensi Berkepanjangan adalah Masalah Infrastruktur Pengujian pada kondisi nyata menunjukkan bahwa puncak performa (peak benchmark) bukanlah indikator terbaik untuk kinerja produksi. Yang jauh lebih penting adalah perilaku yang konsisten dan terprediksi di bawah beban nyata. Platform inferensi produksi berhasil atau gagal berdasarkan kemampuan untuk: Menangani permintaan yang tidak merata tanpa menciptakan hot spot Mempertahankan latency yang konsisten saat volume trafik berubah Memberikan throughput yang stabil waktu demi waktu, bukan hanya pada sesi benchmark singkat Dalam pengujian, F5 BIG-IP Next for Kubernetes dengan percepatan oleh NVIDIA BlueField DPUs menunjukkan bagaimana perilaku infrastruktur secara langsung membentuk efisiensi inferensi. Dengan membuat keputusan trafik berdasarkan telemetry real-time dari CPU, GPU, host, dan jaringan, platform ini memberikan peningkatan nyata dibandingkan pendekatan data plane tradisional. Manfaat Manajemen Trafik Cerdas Manajemen trafik yang cerdas memungkinkan peningkatan throughput token dengan mencegah ketidakstabilan sebelum terjadi — bukan bereaksi setelahnya. Untuk organisasi yang menjalankan AI pada skala besar, ini berarti: Menghindari downtime yang tidak perlu Melindungi umur GPU yang mahal Menghemat jutaan dolar yang seharusnya hilang karena inefisiensi dan pemulihan sistem Melindungi Investasi GPU melalui Stabilitas Salah satu hasil paling menarik dari manajemen trafik yang cerdas adalah kontrol. Mencegah kondisi overload mengurangi kemungkinan pemulihan yang panjang dan menurunkan beban operasional yang terkait dengan respons insiden. Lebih penting lagi, stabilitas melindungi investasi modal. Cluster AI modern sering bernilai jutaan dolar. Ketidakefisienan kecil atau kejadian pemulihan berulang dapat berkali-kali lipat merugikan saat ratusan GPU dijalankan terus-menerus. Dengan mencegah kondisi seperti itu: Trafik yang tidak merata teratasi Peristiwa saturation dikurangi Kapasitas tetap tersedia untuk produksi Upaya operasional menurun Membangun Platform AI yang Tahan Lama Ketika AI menjadi bagian dari infrastruktur inti, kriteria sukses mulai mirip seperti sistem penting lainnya: keandalan, keterdugaan, dan kontrol biaya sama pentingnya dengan performa mentah. F5 BIG-IP Next for Kubernetes mendekati inferensi AI sebagai masalah sistem — menyatukan networking, load balancing, dan keamanan dalam satu data plane adaptif. Ini memungkinkan platform inferensi untuk menangani pertumbuhan permintaan tanpa mengorbankan stabilitas, sehingga AI dapat menjadi fondasi yang andal bagi produksi. Kesimpulan: Ongkos tersembunyi dari infrastruktur AI yang tidak dikelola bukan terletak pada modelnya, tetapi pada ketidakstabilan dan manajemen trafik yang buruk. Dengan solusi yang tepat, organisasi dapat meningkatkan throughput token, menjaga stabilitas sistem, dan melindungi investasi GPU bernilai jutaan dolar. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 meluncurkan pembaruan besar dengan perluasan keamanan dan penemuan API
Penyedia layanan application delivery dan keamanan, F5, telah memperkenalkan pembaruan besar pada platformnya, yakni versi 7.0 dari F5 Distributed Cloud Services, yang secara signifikan memperluas kemampuan penemuan API (API discovery), deteksi ancaman, dan alat jaringan untuk lingkungan hybrid dan multi-cloud. Rilis ini difokuskan untuk memberikan visibilitas dan kontrol terpadu atas API, yang menurut perusahaan kini menjadi inti dari arsitektur perusahaan besar. Pembaruan ini memperluas kemampuan penemuan API tidak hanya untuk gateway internal seperti BIG-IP dan NGINX, tetapi juga gateway pihak ketiga seperti Kong dan Apigee. Kunal Anand, Chief Product Officer F5, menyatakan bahwa tujuan dari pembaruan ini adalah untuk “mengurangi kompleksitas”, memberikan tim kendali atas pertahanan bot, operasi cloud-native, dan konektivitas dalam satu platform terpadu. Fitur keamanan baru meningkatkan kemampuan deteksi ancaman yang diuraikan dalam daftar OWASP API Top 10, dengan perhatian khusus pada kerentanan terkait kekeliruan otorisasi (authorization flaws). Sementara itu, pembaruan pada pertahanan bot memberikan kontrol kebijakan yang lebih rinci dan alat investigasi yang ditingkatkan. Untuk kebutuhan operasi dan jaringan, pembaruan ini juga menambahkan penemuan layanan modern untuk Kubernetes, akses berbasis peran yang ditingkatkan (role-based access), serta fitur jaringan yang lebih luas, termasuk terowongan aman otomatis (automated secure tunnels) dan kontrol routing BGP. Dengan semua ini, Distributed Cloud Services diposisikan sebagai komponen sentral yang semakin penting dalam strategi keamanan dan delivery F5 secara keseluruhan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 dan NetApp Perluas Kolaborasi untuk Pengiriman Data AI dan Keamanan PQC
SEATTLE – F5 (NASDAQ: FFIV) mengumumkan perluasan kolaborasi dengan NetApp untuk meningkatkan pengiriman data AI berkinerja tinggi dan mempersiapkan perusahaan menghadapi era kriptografi pasca-kuantum (PQC), menurut siaran pers perusahaan. Perusahaan teknologi ini, yang saat ini bernilai sekitar $14,42 miliar, telah mempertahankan fondasi keuangan yang kuat dengan skor kesehatan finansial keseluruhan “GREAT” menurut data InvestingPro. Kolaborasi ini menggabungkan Platform Pengiriman dan Keamanan Aplikasi (Application Delivery and Security Platform) dari F5 dengan infrastruktur data cerdas dari NetApp untuk mendukung kapasitas tinggi pada beban kerja AI sekaligus memperkuat pertahanan terhadap ancaman keamanan siber yang berkembang, termasuk ancaman dari kemajuan komputasi kuantum. Untuk aplikasi AI, solusi bersama ini mengoptimalkan transfer dataset melalui penyeimbangan beban (load balancing), prioritas lalu lintas (traffic prioritization), dan analitik real-time, memberi ketahanan sekaligus pengiriman AI/ML yang aman di berbagai arsitektur penyimpanan S3 kelas enterprise milik NetApp. Kolaborasi ini juga menangani masalah keamanan komputasi kuantum dengan menerapkan solusi kriptografi pasca-kuantum untuk melindungi aliran data S3 yang sensitif dari ancaman “panen sekarang, dekripsi nanti (harvest now, decrypt later)”, di mana penyerang mengumpulkan data terenkripsi hari ini dengan rencana mendekripsinya ketika kemampuan komputasi kuantum sudah matang. F5 BIG-IP kini mendukung perjanjian kunci hybrid dan algoritma yang disetujui oleh NIST untuk komunikasi yang tahan terhadap serangan kuantum, memberikan dukungan PQC tambahan untuk kluster NetApp StorageGRID. “Perusahaan semakin dihadapkan dengan permintaan untuk kinerja aplikasi yang luar biasa sekaligus keamanan siber yang kuat,” kata John Maddison, Chief Marketing Officer di F5. Kedua perusahaan ini merekomendasikan agar organisasi mengadopsi protokol TLS 1.3 secara universal sebagai fondasi kesiapan PQC, karena menawarkan jabat tangan lebih cepat, latensi lebih rendah, serta efisiensi bandwidth yang lebih baik. Spencer Sells, Vice President of Global Alliances di NetApp, menyatakan bahwa kolaborasi ini memungkinkan pelanggan untuk “mengoptimalkan seluruh potensi alur kerja AI mereka dan melindungi data penting.” Kerja sama ini dibangun berdasarkan hubungan jangka panjang antara kedua penyedia teknologi ini, dengan fokus pada solusi yang aman, tangguh, dan dapat diskalakan untuk beban kerja AI dan lingkungan penyimpanan S3. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5 Meluncurkan Layanan Pengiriman Aplikasi Terkelola di Google Cloud
SEATTLE — F5 (NASDAQ: FFIV) mengumumkan pada hari Selasa peluncuran F5 NGINXaaS untuk Google Cloud, sebuah layanan pengiriman aplikasi cloud-native yang sepenuhnya dikelola dan dikembangkan bekerja sama dengan Google Cloud. Perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar $15,72 miliar dan pendapatan tahunan sebesar $3,09 miliar, dengan pertumbuhan pendapatan sekitar 9,66% selama dua belas bulan terakhir. Layanan baru ini menggabungkan kemampuan load balancing (penyeimbangan beban), keamanan, dan observabilitas (pemantauan & analitik) ke dalam satu solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola aplikasi modern dan terkontainerisasi dengan lebih efisien. Layanan F5 NGINXaaS untuk Google Cloud tersedia melalui Google Cloud Marketplace dan mengintegrasikan Platform Pengiriman dan Keamanan Aplikasi F5 dengan infrastruktur Google Cloud untuk mengatasi tantangan yang dihadapi organisasi saat menerapkan aplikasi yang didukung oleh AI (Artificial Intelligence). “Upaya pengembangan kami dengan Google Cloud telah menghasilkan solusi yang mengubah permainan dalam mengatasi tantangan utama di pengiriman dan keamanan aplikasi,” kata John Maddison, Chief Marketing Officer di F5. Fitur Utama Layanan Ini ✅ Layer 4 & Layer 7 load balancing — untuk mengoptimalkan distribusi beban kerja dan pemanfaatan sumber daya saat terjadi lonjakan trafik. ✅ Modul JavaScript NGINX — menyediakan kemampuan pemrograman yang memungkinkan tim untuk menerapkan logika bisnis kustom dan integrasi dengan alur kerja CI/CD. ✅ Fitur Keamanan Tingkat Tinggi — termasuk enkripsi seperti SSL/TLS passthrough, mutual TLS, dan terminasi SSL/TLS, serta autentikasi menggunakan JSON Web Tokens, OpenID Connect, dan kontrol akses berbasis peran. ✅ Pemantauan Real-Time — menyediakan lebih dari 200 metrik real-time untuk memantau kesehatan dan performa aplikasi, serta integrasi dengan alat observabilitas Google Cloud untuk membantu tim TI mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah secara proaktif. ✅ Strategi Deployment Lanjutan — mendukung teknik seperti blue-green deployments, canary deployments, dan A/B testing untuk meminimalkan risiko saat meluncurkan fitur baru. Berita Terkait & Perkembangan Lainnya Selain itu, beberapa analis pasar telah melakukan kenaikan peringkat saham F5, menunjukkan sentimen positif meskipun perusahaan menghadapi tantangan sebelumnya, termasuk insiden keamanan besar tahun lalu. F5 juga telah mengumumkan pembaruan lain seperti versi 7.0 dari Distributed Cloud Services yang memfokuskan pada keamanan API, memperluas kolaborasi dengan NetApp untuk meningkatkan pengiriman data AI dan persiapan kriptografi pasca-kuantum, serta peluncuran BIG-IP v21.0 yang menawarkan kemampuan lebih tinggi untuk beban kerja AI sambil menjaga keamanan di berbagai lingkungan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
F5: Ketika AI Makin Cerdas dan Otonom, API Jadi Titik Rawan Keamanan Banyak Layanan di Indonesia
Mobitekno – Kita sudah melewati masa ketika AI hanya menjadi asisten pintar untuk menjawab pertanyaan, membuat gambar, atau menulis email. Sekarang, ada teknologi yang jauh lebih maju — sistem AI yang bisa mengambil keputusan dan bertindak secara mandiri tanpa instruksi langsung dari manusia. Istilah yang sering dipakai untuk jenis AI ini adalah Agentic AI. Di balik kecerdasan agentic AI yang bisa proaktif dan otonom, muncul satu masalah penting yang membuat para ahli keamanan siber khawatir. Masalah ini bukan berasal dari AI-nya sendiri, tetapi dari API (Application Programming Interface) — penghubung yang digunakan AI untuk melakukan tindakan di dunia nyata. Bayangkan AI sebagai otak yang bisa berpikir sendiri. Tanpa API, AI hanya bisa “berbicara” saja. API adalah yang membuat AI dapat bergerak, mengambil tindakan, dan mempengaruhi sistem lain. Namun sayangnya, banyak perusahaan — terutama di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik — memiliki API yang masih rentan terhadap serangan atau salah pakai. Ketergantungan API & Risiko Keamanan Menurut laporan “2025 Strategic Imperatives: Securing APIs for the Age of Agentic AI in APAC” dari F5, lebih dari 80% organisasi di Asia Pasifik mengandalkan API untuk menjalankan sistem AI mereka, namun fondasi keamanannya masih lemah. Surung Sinamo, Country Manager F5 Indonesia, menjelaskan bahwa API bukan lagi sekadar jalur pertukaran data. Sekarang API telah menjadi lapisan yang mengeksekusi perintah penting AI — misalnya memproses transaksi, memulai alur kerja, atau mengubah status operasional perusahaan tanpa campur tangan manusia. Ancaman Shadow API dan Zombie API Beberapa istilah baru yang perlu diperhatikan: 🔹 Shadow API — API tersembunyi atau tidak terdokumentasi yang berjalan tanpa disadari tim keamanan. Banyak perusahaan besar memiliki API ini, tetapi tidak tercatat secara resmi sehingga sulit dilacak. Hasilnya, 41% perusahaan di Indonesia menganggap Shadow API sebagai ancaman. Namun hanya 53% yang punya cara efektif untuk menemukannya. 🔹 Zombie API — API yang seharusnya sudah tidak digunakan, tetapi masih aktif dan bisa diakses dari luar. Keduanya dapat dimanfaatkan penyerang atau bahkan disalahgunakan oleh AI otonom tanpa sepengetahuan tim keamanan. Tantangan Realitas vs Klaim Perusahaan Banyak perusahaan merasa siap menghadapi masalah keamanan API. Surung menyebutkan, 60–63% organisasi mengklaim sudah memiliki tata kelola API yang matang, dan 51% mengatakan punya tim keamanan khusus untuk API. Namun kenyataannya, 30–40% masih berada di tahap awal implementasi, menunjukkan ada gap besar antara klaim pimpinan dan kondisi nyata di lapangan. Serangan Siber Lebih Canggih Serangan siber kini semakin pintar. Di Indonesia, pola serangan yang paling umum meliputi: Broken authentication — manipulasi sistem otentikasi (32%) Server-Side Request Forgery (SSRF) — memaksa server melakukan aksi yang tidak semestinya (31%) Ada juga teknik baru disebut HashJack (indirect prompt injection), di mana penyerang bisa memanipulasi AI melalui URL atau input biasa sehingga AI melakukan tindakan berbahaya melalui API yang legal. Misalnya, AI bisa dipaksa melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pengguna. Pertahanan yang Masih Ketinggalan Sebagian besar perusahaan masih mengandalkan sistem keamanan lama seperti Web Application Firewall (WAF), yang dirancang untuk web tradisional — bukan untuk sistem API yang dinamis dan canggih seperti sekarang ini. Ini ibarat memakai tameng kayu untuk menghadapi senapan mesin. 5 Langkah Rekomendasi F5 F5 menyarankan lima langkah strategis untuk memperkuat keamanan API: Menunjuk penanggung jawab di level eksekutif. Menerapkan kontrol di seluruh siklus hidup API dengan discovery otomatis. Membangun observability berbasis agen untuk memantau perilaku mesin. Standarisasi kebijakan sesuai OWASP. Memastikan setiap API berkaitan dengan tujuan bisnis yang jelas. F5 juga menawarkan platform lengkap bernama F5 Distributed Cloud yang mampu mendeteksi kerentanan API sejak tahap coding, memberi rekomendasi perbaikan sebelum aplikasi diluncurkan. Selain itu, integrasi AI Gateway dan guardrails dari akuisisi CalypsoAI & Fletch membantu mendeteksi prompt injection, melindungi model AI, dan mempercepat respons keamanan. AI untuk Melawan AI Solusi F5 bahkan memanfaatkan AI itu sendiri untuk melawan ancaman AI: sistem bisa menganalisis ribuan alert keamanan, memprioritaskan yang paling kritis, dan memberikan rekomendasi langkah perbaikan secara otomatis. Ini membantu tim keamanan yang sering kewalahan menangani volume data besar. Intinya AI agentic menawarkan efisiensi luar biasa dan peluang baru. Namun tanpa keamanan API yang kuat, kemampuan otonom AI justru bisa berubah menjadi ancaman besar. Perusahaan yang berhasil mengamankan API mereka akan memimpin — sementara yang lain berisiko mengalami kerugian besar. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan F5 indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi F5.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!